Gejolak Global Tak Goyahkan Investasi, Penanaman Modal Asing Capai Rp25,92 Triliun
- 31 Jul 2026 17:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global tidak menggoyahkan kepercayaan investor asing terhadap Jawa Tengah. Sepanjang semester I 2026, Penanaman Modal Asing (PMA) di provinsi ini mencapai Rp25,92 triliun atau 53,40 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp48,54 triliun.
Tingginya kontribusi PMA menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah masih menjadi destinasi investasi yang menjanjikan di tengah berbagai tekanan ekonomi dunia. Secara keseluruhan, realisasi investasi di Jawa Tengah pada semester I 2026 mencapai Rp48,54 triliun dengan total 55.989 proyek.
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan capaian tersebut ditopang realisasi investasi triwulan I sebesar Rp23,02 triliun dan triwulan II sebesar Rp25,53 triliun. Dengan demikian, terjadi pertumbuhan investasi sebesar 10,88 persen pada triwulan II dibandingkan triwulan sebelumnya.
"Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen, dari triwulan pertama sebesar Rp23,02 triliun menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan kedua, sehingga capaian semester I sebesar Rp48,54 triliun," ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Hong Kong menjadi penyumbang investasi asing terbesar dengan nilai Rp7,67 triliun atau 29,61 persen dari total PMA. Disusul Singapura sebesar Rp6,19 triliun, Tiongkok Rp4,55 triliun, Jepang Rp2,20 triliun, dan Korea Selatan Rp1,10 triliun.
Adapun, selain memikat investor asing, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Tengah juga mengeliat tercatat sebesar Rp22,62 triliun atau 46,60 persen dari total investasi. Kota Semarang mencatat realisasi investasi tertinggi sebesar Rp6,57 triliun disusul Kabupaten Kendal berada di posisi kedua dengan Rp6,56 triliun, diikuti Kabupaten Batang Rp6,11 triliun, Kabupaten Temanggung Rp4,58 triliun, dan Kabupaten Demak Rp3,34 triliun.
Sektor manufaktur masih menjadi motor utama investasi di Jawa Tengah. Industri barang dari kulit dan alas kaki menyumbang investasi terbesar Rp5,85 triliun, disusul industri karet dan plastik Rp5,10 triliun serta industri kayu Rp4,73 triliun.
Arus investasi yang terus mengalir tersebut turut mendorong penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar yang berhasil menyerap 213.217 tenaga kerja selama semester I. Dengan capaian itu, realisasi investasi Jawa Tengah telah mencapai 48,99 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp99,09 triliun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....