Perkuat Edukasi Kependudukan, BKKBN Jateng Libatkan Mahasiswa Unnes

  • 31 Jul 2026 13:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Tengah melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk memperkuat edukasi kependudukan dan pembangunan keluarga di masyarakat. Sebanyak 18 mahasiswa Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF) Unnes akan diterjunkan ke Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (Balai KB) Kota Semarang melalui Program Magang Prigel.

Sebelum menjalankan tugas, para mahasiswa mendapat pembekalan dari Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Efendi. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat mendukung penyuluh keluarga berencana sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Rusman menjelaskan Kemendukbangga/BKKBN kini mengemban tugas yang lebih luas setelah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Lembaga tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.

"Kemendukbangga/BKKBN mengurusi berbagai program yang berkaitan dengan siklus hidup manusia mulai dari kehamilan, kelahiran, balita, remaja, pernikahan, hingga lansia. Selain menyosialisasikan program prioritas, silakan membantu Penyuluh KB untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program Generasi Berencana yang berkaitan dengan pendewasaan usia perkawinan, edukasi tentang pengaturan KB, edukasi tentang 1000 HPK, dan lain-lain," ujarnya melalui siaran pers, Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Rusman juga memperkenalkan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN tahun 2026. Ada Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Lansia Berdaya (SIDAYA), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta Super Apps sebagai layanan digital terintegrasi.

Selain mendukung kegiatan penyuluhan, para mahasiswa juga diharapkan ikut memperluas pemahaman masyarakat mengenai berbagai isu kependudukan dan pembangunan keluarga. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan edukasi yang selama ini dijalankan penyuluh KB di lapangan.

Program Magang Prigel sendiri merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tahun ini sebanyak 67 mahasiswa PNF Unnes mengikuti program tersebut dan ditempatkan di 10 lokasi magang, termasuk 18 mahasiswa yang bertugas di Balai KB Kota Semarang.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unnes, Prof. Edy Purwanto, mengatakan pengalaman belajar di luar kampus menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa. Melalui berbagai program magang, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja.

"Saat ini kami ada inovasi, mahasiswa pendidikan tidak hanya melakukan praktik mengajar. Kami ada tiga program magang mahasiswa, yakni Unnes Lantip, Unnes Giat, dan Unnes Prigel," kata Edy.

Pada kesempatan yang sama, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Tengah dan Program Studi Pendidikan Non Formal Unnes menandatangani kerja sama pelaksanaan Program Magang Prigel. Kesepakatan tersebut juga mencakup pengabdian kepada masyarakat dan penelitian di bidang kependudukan serta pembangunan keluarga sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....