Kamar Lebih Luas, RSUD Tjokronegoro Purworejo Ubah Ruang VIP Jadi Kelas 1 dan 3

  • 31 Jul 2026 06:42 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo mengubah beberapa kamar VIP dan VVIP menjadi ruang Kelas 1 dan Kelas 3 untuk meningkatkan aksesibilitas pasien BPJS Kesehatan.
  • Langkah penataan ulang ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang rumah sakit dan mengurangi waktu tunggu pasien.
  • Direktur RSUD, dr. Nunik Sulistyaningsih, menyatakan perubahan ini sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang perawatan BPJS yang terjangkau.

RRI.CO.ID, Purworejo – Di balik dinding rumah sakit, ada antrean panjang harapan keluarga yang ingin segera mendapat perawatan. Melihat itu, RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo memilih menata ulang ruangannya. Sejumlah kamar VIP dan VVIP kini diubah menjadi ruang Kelas 1 dan Kelas 3, agar lebih banyak pasien BPJS Kesehatan bisa mendapatkan kamar yang layak tanpa harus menunggu lama.

Langkah humanis ini disampaikan langsung oleh Direktur RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo, dr. Nunik Sulistyaningsih, saat ditemui pada Kamis, 30 Juli 2026. “Perubahan ini dilakukan agar pemanfaatan ruang menjadi lebih optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang perawatan BPJS,” ujar Nunik.

Sebelumnya RSUD memiliki 106 tempat tidur. Setelah penataan, jumlahnya bertambah menjadi 108 tempat tidur.

"Angkanya memang hanya bertambah dua, tapi maknanya besar. Tujuh tempat tidur VIP di Paviliun lantai 3 yang tingkat hunian-nya masih rendah, dialihfungsikan menjadi Kelas 1, sementara satu ruang VVIP di bangsal anak diubah menjadi empat tempat tidur Kelas 3," ungkapnya.

Nunik mengungkapkan, kebijakan ini sudah berjalan dan RSUD tinggal menunggu persetujuan administrasi final dari BPJS Kesehatan agar perubahan kelas tersebut bisa sepenuhnya diakui dalam sistem. "Yang menarik, meski statusnya turun kelas, kenyamanan tidak dikurangi," ungkapnya.

Ruang Kelas 1 eks-VIP tetap luas, ada sofa bed untuk pendamping, serta fasilitas televisi, kulkas, dan dispenser. Di bangsal anak, ruang Kelas 3 eks-VVIP sengaja dibuat ramah anak.

Dindingnya bersih, dekorasinya cerah, agar anak-anak yang dirawat tidak merasa takut dan bisa lebih cepat pulih.“Jadi bukan sekadar nambah tempat tidur, kami ingin memastikan pasien BPJS juga dapat rasa nyaman yang sama,” ujarnya.

Nunik menambahkan, untuk pasien umum atau non-BPJS, RSUD tetap menyediakan kamar VVIP. Artinya pilihan tetap ada, hanya proporsinya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Menurutnya, saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD berada di angka 65%, sesuai standar minimal Kemenkes. Dengan tambahan ruang Kelas 1 dan Kelas 3, manajemen berharap angka hunian bisa naik dan RSUD semakin menjadi rujukan utama warga Purworejo.

“Kami berharap dengan bertambahnya ruang Kelas 1 dan Kelas 3, tingkat hunian rumah sakit semakin meningkat. RSUD R.A.A. Tjokronegoro semakin menjadi pilihan utama masyarakat Purworejo untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Kebijakan tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh keluarga pasien. Wahyuni, warga Kecamatan Grabag, yang mendampingi ibunya dirawat di ruang Kelas 3.

Sejak beberapa hari dirawat, ia merasa semua proses berjalan lancar. “Alhamdulillah pelayanannya memuaskan, perawatnya ramah-ramah, dokternya juga santun, kebersihan ruang juga baik,” kata Wahyuni dengan wajah lega.

Ia berharap kualitas pelayanan ini tidak hanya dipertahankan, tetapi terus ditingkatkan. Baginya, rumah sakit yang baik adalah rumah sakit yang melayani semua orang sama rata, tanpa melihat BPJS atau umum.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....