Kunjungi Stasiun Tawang, Prabowo Nilai Kereta Api Jadi Moda Transportasi Ekonomis

  • 30 Jul 2026 15:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menilai kereta api tetap menjadi moda transportasi yang ekonomis dan memiliki peran penting dalam melayani masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga penopang distribusi logistik yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, layanan perkeretaapian harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, termasuk menjangkau kota-kota kecil.

"Kereta api memberi manfaat kepada rakyat banyak, terutama rakyat yang berpenghasilan rendah. Kereta api harus melayani rakyat, tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga harus efisien dan melayani kota-kota kecil," kata Prabowo.

Selain menyoroti peran transportasi kereta api, Prabowo juga mengapresiasi upaya pelestarian bangunan bersejarah Stasiun Semarang Tawang. Ia menyebut stasiun tersebut memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

"Stasiun Tawang tempat yang sarat sejarah, sejarah mencatat Presiden pertama Soekarno menggunakan kereta api untuk berangkat ke daerah-daerah lain menjalankan tugas negara. Menjaga dan melestarikan stasiun ini tidak hanya menjaga satu bangunan, tetapi juga menjaga identitas, memori, dan perjalanan sejarah kita," ujarnya.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan Stasiun Semarang Tawang yang mulai dibangun pada 1911 dan beroperasi sejak 1914 memiliki nilai sejarah yang panjang, termasuk dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Dari tahun lalu kami melakukan revitalisasi yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi fasad depan, sisi barat, dan sisi timur bangunan. Kami kembalikan lagi ke bentuk semulanya," kata Bobby.

Ia menjelaskan, renovasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang dilaksanakan PT KA Properti Manajemen dengan pengawasan PT Mitra Giatama Lima. Proyek revitalisasi bangunan cagar budaya tersebut menelan anggaran sekitar Rp12,39 miliar dan dikerjakan pada 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

Sejumlah pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, revitalisasi hall utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase. Seluruh proses renovasi dilakukan dengan tetap mengacu pada kaidah pelestarian bangunan cagar budaya.

Ia mengatakan proses revitalisasi dilakukan dengan merujuk dokumentasi dan foto-foto lama agar keaslian bangunan tetap terjaga. Berbagai ornamen, termasuk lampu-lampu khas stasiun, dipulihkan sehingga bangunan yang telah berusia 112 tahun itu tetap mempertahankan nilai sejarah dan karakter aslinya.

Peresmian renovasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, serta jajaran PT KAI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....