Peringati Hari Anak Nasional, Wali Kota Semarang Dorong Anak-anak Berani Bersuara
- 29 Jul 2026 17:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Semarang untuk mendorong anak-anak berani menyuarakan pendapat dan melawan segala bentuk ketidakadilan. Melalui semangat tersebut, Pemkot juga memperkuat komitmen menghadirkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri Peringatan HAN Tingkat Kota Semarang di halaman Balai Kota, Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Anak Hebat, BERANI! (Bersama Jaga Diri dan Lindungi)" dan diikuti sekitar 752 peserta dari berbagai kalangan.
Peserta terdiri atas siswa SD hingga SMA, Forum Anak Kota Semarang, anak disabilitas, anak jalanan, penghuni panti asuhan, serta perwakilan UNICEF, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda, dan para pemangku kepentingan perlindungan anak.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan anak menyerahkan "Suara Anak" dan surat berisi aspirasi kepada Wali Kota Semarang. Agustina mengungkapkan isi surat itu didominasi kepedulian anak terhadap lingkungan, teman-teman, dan kondisi sosial di sekitarnya, bukan kepentingan pribadi.
"Apa yang kalian inginkan sampaikan saja, jangan takut ya, kalau kalian juga melihat sesuatu yang menurut kalian tidak benar, lawan. Berani bukan berarti berkelahi, tetapi berani adalah melawan tidak adil," kata Agustina.
Menurutnya, keberanian menyampaikan pendapat menjadi bekal penting bagi anak untuk tumbuh sebagai generasi yang mampu menjaga diri sekaligus menjadi pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen menghadirkan ruang yang aman bagi anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun ruang digital.
Agustina juga mengajak anak-anak berani menolak segala bentuk kekerasan, mulai dari perundungan, kekerasan seksual, hingga ancaman yang muncul di dunia maya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi orang tua, guru, dunia usaha, dan masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak.
Usai acara, Agustina mengaku terkesan dengan antusiasme ratusan anak yang tampil dalam berbagai pertunjukan seni. Menurutnya, semangat dan keceriaan mereka menjadi energi positif bagi pembangunan Kota Semarang sekaligus kampanye nyata untuk menghapus perundungan.
"Apalagi kalau keceriaan dan semangat mereka diabadikan oleh teman-teman media kemudian masuk ke media sosial, akan menular kepada anak-anak yang mungkin hari ini masih bersembunyi. Kepada anak-anak yang mungkin masih membully temannya, ini akan berangsur-angsur menjadi hilang," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....