Tak Lagi Andalkan Primbon, Nelayan Pati Belajar Manfaatkan Informasi Cuaca BMKG
- 28 Jul 2026 14:38 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Kebutuhan Mendesak Saat Melaut
RRI.CO.ID, Pati – Nelayan di Kabupaten Pati kini didorong memanfaatkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai acuan sebelum melaut, menggantikan kebiasaan mengandalkan primbon musim. Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), peserta dibekali kemampuan membaca prakiraan cuaca agar aktivitas melaut lebih aman sekaligus meningkatkan hasil tangkapan.
Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) digelar di Aula Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan nelayan menghadapi cuaca ekstrem yang kerap mengancam keselamatan maupun produktivitas saat melaut.
Anggota Komisi V DPR RI Haryanto menegaskan sekolah lapang bertujuan memberikan informasi cuaca lebih awal kepada nelayan sebelum mereka berangkat melaut. Ia menyebut teknologi BMKG kini menggantikan sistem primbon musim yang selama ini diandalkan nelayan secara turun-temurun.
"Kalau BMKG memberikan warning cuaca ekstrem itu harus diperhatikan, dan nelayan diharapkan tidak berangkat begitu saja. Kami berharap peralatan pendeteksi dini bisa dibantukan agar nelayan semakin terlindungi saat melaut," ujar Haryanto.
Ia berharap semakin banyak nelayan memanfaatkan informasi cuaca sebelum melaut untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut. Dukungan peralatan pendeteksi dini juga dinilai penting agar keselamatan nelayan semakin terjamin.
Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) Wilayah II Semarang, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan peserta sekolah lapang memperoleh materi mengenai prakiraan arus laut, tinggi gelombang, hingga kecepatan angin. Selain itu, nelayan juga dibekali informasi daerah potensi penangkapan ikan agar aktivitas melaut menjadi lebih efektif.
"BMKG saat ini sudah banyak memberikan informasi terkait cuaca dan iklim di laut kepada nelayan. Kami membutuhkan dukungan anggaran dari DPR agar sekolah lapang ini bisa terus dilaksanakan dan pesertanya bertambah," kata Ana.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Hadi Santoso, mengatakan pelatihan serupa pada tahun-tahun sebelumnya terbukti mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus kesejahteraan nelayan. Karena itu, pihaknya menilai jumlah sekolah lapang masih perlu ditambah mengingat Kabupaten Pati memiliki sekitar 4.200 nelayan yang tersebar di berbagai kecamatan.
"Kegiatan kali ini tentu saja sangat bermanfaat untuk meningkatkan volume ikan yang mereka dapatkan. Kita masih perlu penambahan pelatihan dan sekolah lapang karena jumlah nelayan yang tersebar di berbagai kecamatan cukup besar," ujar Hadi.
Pemerintah daerah, BMKG, dan DPR RI sepakat memperluas pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan nelayan. Melalui pemanfaatan informasi cuaca yang lebih akurat, nelayan diharapkan dapat menentukan waktu melaut dengan lebih aman, efisien, dan produktif. (agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....