Terjunkan 311 Personel, Polres Purworejo Kawal Demonstrasi Tanpa Senpi

  • 28 Jul 2026 01:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Di tengah terik dan panjangnya orasi, suasana aksi penyampaian pendapat di Kabupaten Purworejo, pada Senin, 27 Juli 2026, justru terasa sejuk. Bukan karena cuaca, tapi karena hadirnya pendekatan humanis dari jajaran Polres Purworejo yang mengawal ratusan massa dari awal hingga akhir, tanpa senjata api (senpi).

Massa dari Aliansi Masyarakat Purworejo Tuntut Keadilan (AMPTK) menggelar aksi di dua titik yakni Kantor Kejari Purworejo dan Gedung DPRD Kabupaten Purworejo. Massa dari LSM Tamperak, Ormas Brigade Joxzin, GePeKa, Pemuda Pancasila, hingga tokoh masyarakat itu mendesak transparansi penanganan dugaan penyimpangan proyek Mini Zoo Purworejo. Aksi dimulai pukul 13.00 WIB dan berakhir tertib pukul 16.45 WIB.

Untuk memastikan aksi berjalan aman, Polres Purworejo menerjunkan 311 personel pengamanan. Apel kesiapsiagaan digelar sejak pukul 09.00 WIB di Mapolres, dipimpin langsung Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra.

Dalam arahannya, AKBP Windy tidak banyak bicara soal kekuatan. Ia justru menekankan soal hati. "Apabila terjadi aksi saling dorong di lapangan, personel diminta tetap tenang dan menyelesaikan situasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Layani masyarakat dengan humanis. Kita pengawal demokrasi, bukan penghalang aspirasi," tegas AKBP Windy.

Arahan itu ditindaklanjuti Sie Propam dengan pemeriksaan ketat barang bawaan personel usai apel. Tujuannya sederhana untuk memastikan tidak ada senjata api atau benda yang bisa memicu gesekan.

Di lapangan, wajah-wajah aparat tidak menunjukkan ketegangan. Justru sebaliknya. Sejumlah Polwan Polres Purworejo terlihat berjalan di sela-sela massa, membagikan air minum kemasan kepada peserta aksi yang sudah berjam-jam berorasi. Ada sapaan, ada senyum, ada dialog singkat.

Pemandangan kecil itu berdampak besar. Tensi yang biasanya rawan muncul di tengah aksi, cair. Massa dan aparat tidak berjarak. "Kami hanya ingin memastikan saudara-saudara kami yang menyampaikan pendapat tidak dehidrasi. Ini bentuk pelayanan kami," ujar salah satu Polwan yang enggan disebut namanya.

Rangkaian aksi diterima langsung oleh Kajari Purworejo Widi Trismono bersama Kasi Pidsus Rizky Ika Pratiwi. Kemudian dilanjutkan ke DPRD dan diterima Ketua DPRD Tunaryo beserta Wakil Ketua Rokhman dan Rudi Hartono.

Sebelum membubarkan diri, Korlap aksi dari LSM Tamperak, Sumakmun, menyampaikan apresiasi khusus kepada kepolisian. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Purworejo dan seluruh jajaran atas dukungan serta pelayanan pengawalan jalannya aksi penyampaian aspirasi ini, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan tertib," ujarnya.

Tidak ada kerusuhan. Tidak ada saling dorong. Yang ada hanya orasi, dialog, dan pembubaran tertib. Bagi Polres Purworejo, pengamanan aksi bukan sekadar soal jumlah personel. Tapi soal bagaimana negara hadir melalui wajah-wajah yang melindungi, bukan menakutkan.

Dan hari itu, 311 personel membuktikan bahwa keamanan bisa ditegakkan tanpa harus kehilangan sisi kemanusiaan.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....