Jateng Kirim 6,8 Juta Liter Air Bersih ke 25 Daerah Terdampak Kemarau

  • 27 Jul 2026 18:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dampak musim kemarau mulai dirasakan di berbagai wilayah Jawa Tengah. Hingga 24 Juli 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menyalurkan 6,8 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak kekeringan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, kekeringan telah menjangkau 25 kabupaten/kota, 83 kecamatan, dan 148 desa. Bahkan, sebanyak 11 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Total penerima manfaat hingga saat ini mencapai sekitar 61.139 kepala keluarga atau 184.643 jiwa.

Dari total distribusi tersebut, sebanyak 4,85 juta liter air bersih berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota. Sementara sekitar 1,95 juta liter lainnya berasal dari dukungan CSR, PMI, TNI, Polri, dan berbagai instansi lainnya.

Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Banjarnegara menjadi daerah dengan distribusi air bersih terbesar. Ketiga wilayah tersebut termasuk kawasan yang mengalami dampak kekeringan cukup signifikan selama musim kemarau tahun ini.

Meski distribusi terus berjalan, Bergas memastikan stok air bersih masih dalam kondisi aman. Dari total 44,9 juta liter yang disiapkan pemerintah daerah, masih tersedia sekitar 40 juta liter yang siap disalurkan sesuai kebutuhan.

"Masih ada sisa ketersediaan air bersih sekitar 40 juta liter dari total 44,9 juta liter yang disediakan oleh APBD Kabupaten/Kota. Terkait dengan air bersih ini masih mumpuni karena ketersediaan anggaran maupun air bersihnya masih tersedia," ujarnya saat melaporkan kondisi terkini kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin 26 Juli 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan antisipasi kekeringan telah dilakukan sejak awal musim kemarau. Seluruh kepala daerah diminta memetakan wilayah rawan, menyiapkan langkah mitigasi, dan memastikan distribusi air bersih berjalan lancar.

"Intinya kebutuhan air bersih masih cukup, tinggal distribusi ya," kata Luthfi.

Selain kebutuhan air bersih untuk masyarakat, Pemprov Jawa Tengah juga menaruh perhatian pada sektor pertanian. Langkah itu dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama komoditas padi yang menjadi target peningkatan produksi pada 2026.

Untuk mendukung kebutuhan irigasi saat kemarau, Ahmad Luthfi telah mengajukan bantuan pompa air kepada Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut telah disetujui dan segera ditindaklanjuti agar dapat dimanfaatkan petani di daerah yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....