Kepala SDN Tanggirejo Apresiasi Bantuan Revitalisasi dari Pemerintah Pusat

  • 27 Jul 2026 16:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Grobogan – Kepala SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Juwariyah, mengapresiasi bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat untuk memperbaiki bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat. Renovasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Juwariyah mengatakan, proses renovasi mulai dikerjakan sejak Sabtu, 25 Juli 2026 dan seluruh pekerjaan fisik ditangani oleh pemerintah pusat. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi harapan baru setelah sekolah sempat mengalami kerusakan parah akibat bangunan yang dimakan rayap.

"Kami berharap sekolah ini menjadi lebih baik, anak-anak nyaman belajar dan guru dapat mengajar tanpa rasa khawatir. Semoga kerusakan seperti ini tidak terjadi di sekolah lainnya," ujar Juwariyah, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, revitalisasi tidak hanya mencakup empat ruang kelas yang rusak berat. Perbaikan juga dilakukan pada sejumlah fasilitas pendukung, seperti perpustakaan, toilet, musala, paving, tempat sampah, hingga gedung laboratorium.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah turut memberikan bantuan senilai Rp50 juta. Dana tersebut tidak digunakan untuk renovasi bangunan, melainkan untuk pengadaan tenda baru menggantikan tenda lama yang rusak akibat dimakan rayap, sedangkan sisanya disimpan untuk kebutuhan lain sekolah.

Sebelumnya, SD Negeri Tanggirejo mengalami kerusakan berat pada empat ruang kelas. Dua ruang kelas mengalami roboh pada bagian atap akibat struktur kayu yang lapuk dimakan rayap, sementara dua ruang kelas lain yang berada dalam satu deret juga mengalami kerusakan atap dengan kondisi memprihatinkan.

"Untuk kondisi sekolah memang ada dua lokal roboh atapnya karena dimakan rayap. Dua lokal lainnya juga mengalami kerusakan atap," kata Juwariyah.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar agar proses pendidikan tetap berjalan. Siswa kelas 1 dan kelas 2 dijadwalkan belajar secara bergantian, dengan kelas 1 masuk pagi hingga pukul 09.15, sedangkan kelas 2 mulai belajar pukul 09.30 hingga jam pulang seperti biasa.

Sementara itu, lanjutnya, siswa kelas 6 tetap belajar bersama dalam satu ruang karena tengah mempersiapkan ujian. Adapun, siswa kelas 3 dan kelas 4 menempati satu ruangan yang dipisahkan menggunakan sekat tripleks, sedangkan kelas 5 untuk sementara dipindahkan ke musala sebagai ruang belajar. (Jy)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....