Rawat Warisan Sejarah Salatiga, Kirab Budaya SABET Satukan Ribuan Warga
- 26 Jul 2026 21:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Puncak peringatan Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga berlangsung meriah melalui Kirab Budaya Salatiga BEDA Festival (SABET) pada Sabtu 25 Juli 2026. Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan aksi 100 kelompok peserta yang menampilkan beragam seni, budaya, tradisi, hingga kreativitas masyarakat.
Agenda ini dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, serta tamu undangan. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menyampaikan bahwa Kirab Budaya SABET merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus pengingat akan nilai-nilai luhur dalam Prasasti Plumpungan.
Pihaknya menegaskan pentingnya menjaga warisan sejarah sebagai pijakan utama pembangunan daerah. Dari prasasti inilah perlu belajar bahwa kota ini dibangun di atas nilai-nilai kebersamaan, ketenteraman, dan penghormatan kepada sesama.
"Nilai-nilai itulah yang harus terus kita jaga hingga hari ini. Karena kami percaya, kota yang maju adalah kota yang tidak melupakan asal-usulnya,” tegas Robby Hernawan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Prosesi Kirab Agung Prasasti Plumpungan Dumadining Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Serat Kekancingan Prasasti Plumpungan oleh Rama Wiku Satya Dharma Telaga, serta doa lintas agama yang dipimpin oleh Drs. K.H. Noor Rofiq.
Selanjutnya, Wali Kota bersama istri memimpin jalannya kirab didampingi jajaran Forkopimda menuju panggung kehormatan. Barisan kirab dimeriahkan oleh bregada dari empat kecamatan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah se-Kota Salatiga, hingga deretan Costume Carnival dan mobil hias. Rombongan melintasi rute Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sukowati, dan berakhir di Alun-Alun Lapangan Pancasila.
Melalui gelaran Kirab Budaya SABET, Pemerintah Kota Salatiga berharap semangat kebersamaan, pelestarian budaya, serta kecintaan terhadap sejarah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Momentum ini sekaligus memperkuat identitas Salatiga sebagai kota yang toleran, berbudaya, dan harmonis.
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan ribuan warga di sepanjang rute kirab menjadi bukti kuatnya ikatan emosional masyarakat terhadap warisan leluhurnya. Kemeriahan ini sekaligus menegaskan bahwa tradisi lokal tidak hanya menjadi tontonan hiburan, melainkan juga perekat sosial yang mampu mempererat persatuan seluruh elemen kota. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....