Wali Kota Semarang Siapkan Langkah Tekan Prevalensi Narkoba di Kota Semarang
- 26 Jul 2026 14:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan, Pemerintah Kota Semarang akan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba. Langkah tersebut menyusul data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah yang menempatkan Kota Semarang sebagai daerah dengan tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba tertinggi di Jawa Tengah.
"Kota Semarang prevalensinya tertinggi. Ini tantangan bagi kita semua," kata Agustina usai mengikuti Jalan Sehat dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kantor BNNP Jawa Tengah, Semarang, Minggu 26 Juli 2026. Menurut Agustina, peringatan HANI tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga merupakan gerakan bersama untuk mewujudkan Kota Semarang yang bersih dari narkoba.
Ia mengatakan, Pemkot Semarang akan bersinergi dengan BNN, Kepolisian, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mampu menarik partisipasi masyarakat sekaligus menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkoba. "Nanti kita bersama-sama dengan teman-teman dari BNN, kepolisian, dan seluruh Forkopimda akan bergerak membuat kegiatan yang menarik masyarakat supaya bisa terhindar dari godaan narkoba," ujarnya.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan olahraga dan aktivitas yang mendorong pola hidup sehat. Menurutnya, masyarakat yang aktif berolahraga dan memiliki kondisi psikologis yang baik akan lebih mampu menghindari penyalahgunaan narkoba.
"Salah satunya seperti kegiatan ini. Biar capek, gembira hatinya, nanti tidurnya nyenyak, tidak lagi gelisah," ucapnya.
Selain itu, Agustina menilai lingkungan yang sehat, aman, dan bersahabat menjadi faktor penting dalam mencegah masyarakat, khususnya generasi muda, terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini telah dibangun antara BNNP Jawa Tengah dengan Kepolisian, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Dinas Kesehatan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
"Kita berterima kasih kepada teman-teman kepolisian yang selama ini bekerja sama dengan BNN, Kesbangpol, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Kesehatan yang banyak memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari bahaya narkoba," katanya.
Agustina berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan tersebut dapat menurunkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kota Semarang secara bertahap, sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....