Siswa SD di Semarang Tewas Tertabrak Kereta, Ahmad Luthfi Sampaikan Belasungkawa
- 21 Jul 2026 06:57 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Seorang siswa sekolah dasar meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka berat akibat insiden tersebut.
- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa dan memastikan korban yang masih dirawat mendapatkan bantuan penuh dari pemerintah.
- Kecelakaan terjadi pada Senin 20 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono ketika tiga pengguna sepeda motor tertabrak kereta barang.
RRI.CO.ID, Semarang - Kecelakaan tragis di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono, Kota Semarang, menewaskan seorang siswa sekolah dasar dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka berat. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung menyampaikan belasungkawa serta memastikan korban yang masih dirawat mendapatkan bantuan penuh.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin 20 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB saat tiga orang berboncengan menggunakan sepeda motor. Kendaraan tersebut tertabrak kereta barang yang melaju dari arah barat menuju timur ketika melintas di perlintasan sebidang.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial HRA (9), warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara. Sementara dua korban lainnya, ZIA (12) dan Rujito (45), mengalami luka di bagian kepala dan menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran,” kata Luthfi.
Menurut Luthfi, peristiwa tersebut sangat menyentuh karena terjadi saat anak-anak bersiap berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru. Ia mengajak seluruh masyarakat mendoakan korban yang meninggal dunia serta dua korban lain yang masih berjuang menjalani perawatan.
“Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan,” ujarnya.
Selain menyampaikan duka cita, Luthfi juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban. Ia memastikan pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah tersebut.
“Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, petugas penjaga perlintasan sebenarnya telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengguna jalan. Namun, pengendara sepeda motor tetap melintas sehingga bagian belakang kendaraan tertabrak kereta yang sedang melaju.
Benturan keras membuat ketiga korban bersama sepeda motor terpental hingga ke pembatas jalan. Saat dievakuasi, seluruh korban dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang.
Luthfi meminta masyarakat menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran penting untuk meningkatkan disiplin saat melintasi rel kereta api. Ia menegaskan seluruh pengguna jalan wajib mematuhi peringatan petugas maupun sirene yang menandakan kereta akan melintas.
Menurutnya, kecepatan kereta api sering kali sulit diperkirakan oleh pengendara sehingga tindakan menerobos perlintasan sangat berbahaya. Kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.
“Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti. Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....