Dukung Rehabilitasi Hutan, KPH Purwodadi Evaluasi Persemaian Sinawah

  • 19 Jul 2026 18:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Grobogan - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melakukan monitoring dan evaluasi persemaian stek pucuk di Persemaian Sinawah, RPH Sinawah, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini untuk memastikan seluruh proses produksi bibit berjalan sesuai standar teknis sehingga mampu mendukung keberhasilan program rehabilitasi dan pelestarian kawasan hutan di wilayah KPH Purwodadi.

Monitoring dan evaluasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengecekan kondisi bedeng persemaian, kualitas media tanam, pertumbuhan stek pucuk, dan sistem penyiraman. Selain itu juga pengendalian hama dan penyakit, hingga kesiapan bibit sebelum didistribusikan ke lokasi penanaman.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan, Triana Wahyu W menyampaikan, monitoring dan evaluasi persemaian merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh bibit yang diproduksi memenuhi standar mutu sebelum ditanam di lapangan. Persemaian merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan hutan.

"Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, kami memastikan setiap tahapan produksi bibit berjalan optimal sehingga menghasilkan bibit yang sehat, berkualitas, dan siap mendukung kegiatan penanaman. Upaya ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan hutan secara berkelanjutan," ujar Triana.

Menurutnya, persemaian stek pucuk memiliki peran strategis dalam menyediakan bibit unggul yang sehat, seragam, dan memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi. “Ketersediaan bibit berkualitas merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan penanaman hutan sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial kawasan hutan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, pada tahun 2026, Persemaian Sinawah ditargetkan mampu memproduksi 1.110.975 plances bibit, yang terdiri atas 827.404 plances bibit jati serta 283.571 plances bibit tanaman rimba. Seluruh bibit tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan penanaman kawasan hutan di wilayah kerja KPH Purwodadi dengan luas mencapai 955,72 hektare.

Triana Wahyu juga menjelaskan, keberhasilan program rehabilitasi hutan tidak hanya ditentukan oleh luas areal tanam, tetapi juga kualitas bibit yang digunakan. Oleh karena itu, pengelolaan persemaian terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, efisiensi, dan penerapan teknik silvikultur yang baik agar mampu menghasilkan tegakan hutan yang sehat dan lestari di masa mendatang.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Sinawah yang merupakan salah satu tenaga kerja persemaian, Sutrisno, mengapresiasi keberadaan Persemaian Sinawah yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

"Kami merasa bangga karena desa kami menjadi lokasi persemaian yang mendukung penghijauan kawasan hutan. Selain membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan persemaian, keberadaan bibit-bibit ini juga menjadi harapan agar hutan tetap hijau, sumber mata air terjaga, dan lingkungan tetap lestari untuk generasi yang akan datang," ungkap Sutrisno. (rilis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....