Ribuan Kapal Nelayan Juwana Kembali Melaut
- 18 Jul 2026 12:30 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Solar Nonsubsidi Turun, Nelayan Siap Melaut
RRI.CO.ID, Pati - Ribuan nelayan Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati bersiap kembali melaut setelah tiga bulan lebih memilih berhenti beroperasi akibat mahalnya harga solar. Kepastian harga bahan bakar solar nonsubsidi sebesar Rp 15 ribu per liter mendorong para pemilik kapal segera memperbaiki armada dan jaring tangkap mereka.
Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera Eko Budiyono menyampaikan sekitar 1.600 kapal nelayan Juwana kini bersiap kembali melaut setelah lama tertahan akibat biaya operasional yang tidak sebanding hasil tangkapan. Ratusan kapal di antaranya merupakan kapal bertipe pursin yang tergabung dalam paguyubannya.
"Karena sebelumnya kita dipaksakan dengan harga BBM yang kemarin itu tidak akan menutup biaya operasional selama melaut. Kita tidak melaut sejak lebaran sampai saat ini," ujarnya. Harapannya, harga solar yang baru dapat berimbang dengan harga jual ikan di pasaran saat ini.
Eko mengakui harga Rp 15 ribu per liter tersebut sebenarnya belum sepenuhnya sesuai tuntutan awal nelayan saat aksi demo Mei lalu. "Tuntutan kami dua kali harga subsidi sekitar Rp 13,5 ribu, dan ditetapkan angka Rp 15 ribu. Saya kira sudah cukup dengan harga seperti ini," jelasnya.
Pemilik kapal Juhari turut merasakan dampak positif kebijakan tersebut setelah selama enam bulan menahan operasional akibat biaya melaut yang membengkak. Kenaikan solar sebelumnya diperparah oleh naiknya berbagai komponen biaya operasional lain seperti perbaikan kapal dan perlengkapan tangkap.
Aktivitas di galangan kapal Berkah Mina, Desa Pajeksan, kini kembali sibuk dengan anak buah kapal yang memperbaiki lambung dan jaring untuk persiapan melaut. Sejumlah kapal termasuk KM Bahari 6 direncanakan berangkat pada Agustus hingga September mendatang menuju perairan Papua untuk menangkap ikan layar, pindang, dan tongkol.(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....