Kendal Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi, Cegah Anemia dan Stunting pada Remaja

  • 16 Jul 2026 21:30 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan Gerakan Aksi Bergizi Serentak (GABS) melibatkan 278 SMP dan SMA untuk mencegah anemia dan stunting pada remaja melalui program nutrisi dan tablet tambah darah gratis.
  • Remaja putri dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah satu kali setiap minggu dan dibiasakan sarapan pagi serta berolahraga rutin untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan mencegah anemia.
  • Program ini merupakan investasi kesehatan bagi remaja putri sebelum memasuki usia reproduksi untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan stunting di masa depan.

RRI.CO.ID, Kendal – Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan Gerakan Aksi Bergizi Serentak (GABS) sebagai upaya mencegah anemia dan stunting pada remaja. Peluncuran GABS dipusatkan di SMP Islam Terpadu Robbani Kendal, Kamis, 16 Juli 2026 dan diikuti secara daring oleh ratusan sekolah.

Program yang melibatkan 278 SMP dan SMA di Kabupaten Kendal itu diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas. Kegiatan ditandai dengan makan bergizi bersama serta pemberian tablet tambah darah kepada pelajar putri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengatakan Gerakan Aksi Bergizi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas kesehatan remaja. Menurutnya, pemenuhan gizi harus dibarengi dengan kebiasaan sarapan dan rutin berolahraga.

"Anak-anak harus dibiasakan sarapan pagi. Olahraga rutin setiap hari," katanya.

Ferinando menjelaskan, remaja putri perlu rutin mengonsumsi tablet tambah darah karena setiap bulan mengalami menstruasi. Upaya tersebut penting untuk mencegah anemia yang dapat menyebabkan tubuh lemas, pusing, dan menurunkan konsentrasi saat belajar.

"Gejala anemia itu tubuh lemas, pusing dan susah konsentrasi. Mengganggu konsentrasi belajar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkesda Kendal, Anita Dianawati, mengatakan tablet tambah darah akan terus dibagikan secara gratis kepada pelajar putri melalui puskesmas. Para remaja dianjurkan mengonsumsinya satu kali setiap minggu sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Menurut Anita, kebiasaan tersebut juga menjadi investasi kesehatan bagi remaja putri sebelum memasuki usia reproduksi. Dengan kondisi gizi yang baik, risiko komplikasi kehamilan, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga stunting dapat ditekan.

"Remaja putri ini ketika dewasa akan melahirkan, sehingga sejak remaja dipersiapkan kehamilan sehat, agar terhindar dari risiko komplikasi, pendarahan dan mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah atau stunting," katanya.

Pemerintah Kabupaten Kendal berharap Gerakan Aksi Bergizi dapat dilaksanakan secara konsisten di seluruh sekolah. Melalui program tersebut, kesadaran remaja terhadap pentingnya gizi seimbang diharapkan terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....