Lazismu Jateng Bakal Gelar Rakernas 2027, Fokus Tingkatkan Profesionalisme Amil

  • 15 Jul 2026 11:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Jawa Tengah ditetapkan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2027. Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, perhelatan tersebut akan menghadirkan program unggulan berupa Sekolah Amil untuk memperkuat kapasitas pengelola zakat di Indonesia.

Keputusan penetapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah Rakernas Lazismu 2027 mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah pada 1 Juli 2026. Penyelenggaraan rakernas ini dinilai menjadi momentum strategis untuk mendorong inovasi, profesionalisme, dan transparansi dalam pengelolaan dana filantropi Islam.

Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Jawa Tengah. "Penetapan untuk terus mendorong inovasi, profesionalisme, serta transparansi dalam pengelolaan dana filantropi Islam di tingkat nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Dwi, Rakernas Lazismu 2027 akan dikemas lebih komprehensif dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Berbagai agenda akan difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia serta tata kelola kelembagaan agar pengelolaan zakat semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah Sekolah Amil, program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi para pengelola zakat. "Sekolah Amil dirancang secara khusus untuk membekali para pengelola zakat dengan berbagai keterampilan teknis, pemahaman syariah, dan manajerial yang sesuai dengan standar operasional mutakhir," katanya.

Selain penguatan sumber daya manusia, Rakernas Lazismu 2027 juga akan menghadirkan simposium nasional yang mempertemukan pakar, praktisi zakat, dan para pemangku kepentingan. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah konsolidasi gagasan untuk memperkuat tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing.

Rakernas juga akan diwarnai pemaparan hasil riset kolaboratif mengenai potensi, tantangan, dan inovasi pengelolaan zakat di Indonesia. Hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data sehingga penyaluran dana umat dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....