Udara Kering Saat Kemarau Rentan Sebabkan ISPA dan Dehidrasi
- 09 Jul 2026 13:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Musim kemarau kering yang mulai melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Semarang, berpotensi meningkatkan berbagai risiko gangguan kesehatan. Masyarakat diminta lebih waspada, terutama terhadap dehidrasi, penyakit saluran pernapasan, serta infeksi yang lebih mudah terjadi saat cuaca panas dan udara kering.
Pengamat kesehatan, Ari Udijono, mengatakan dehidrasi menjadi dampak utama yang perlu diwaspadai selama musim kemarau. Suhu udara yang tinggi menyebabkan penguapan cairan tubuh meningkat sehingga risiko kekurangan cairan menjadi lebih besar.
"Yang jelas karena panas maka dehidrasi tinggi sekali. Penguapan tubuh meningkat sehingga risiko kekurangan cairan juga semakin besar, terutama bagi orang dewasa yang bekerja di luar ruangan," kata Ari kepada RRI Semarang, Kamis 9 Juli 2026.
Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia memerlukan perhatian lebih. Anak-anak memiliki kebutuhan cairan yang relatif tinggi, sementara ibu hamil membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
Selain dehidrasi, udara yang kering dan berdebu juga dapat mengganggu saluran pernapasan. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit akibat infeksi virus maupun bakteri.
Ari menyebut sejumlah penyakit yang kerap muncul pada musim kemarau antara lain infeksi saluran pernapasan, konjungtivitis atau radang selaput mata, serta diare yang dipicu oleh makanan atau lingkungan yang kurang higienis. Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, masyarakat diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih.
Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker juga dianjurkan guna mengurangi paparan debu. "Jangan sampai kekurangan cairan, kemudian jika berada di tempat terbuka, gunakan masker agar paparan debu dapat dikurangi, istirahat yang cukup juga penting agar tubuh tetap bugar saat menghadapi cuaca panas," katanya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu. Akan tetapi, juga memerlukan dukungan pemerintah melalui penyediaan lingkungan yang lebih sehat.
Menurut Ari, penghijauan dengan memperbanyak pepohonan menjadi salah satu langkah yang dapat membantu menurunkan suhu lingkungan sekaligus memperbaiki kualitas udara. Selain itu, penyediaan ruang terbuka hijau maupun sumber air buatan juga dinilai dapat membantu mengurangi dampak panas selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....