Api dari Bediang Diduga Hanguskan Rumah Warga di Rembang

  • 09 Jul 2026 13:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang – Api yang diduga berasal dari bediang atau pembakaran kotoran sapi untuk mengusir nyamuk telah menghanguskan sebuah rumah warga di Desa Logung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Rabu malam, 8 Juli 2026. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.

Rumah yang terbakar diketahui milik Sumindar (68), warga RT 05 RW 02 Desa Logung. Bangunan berukuran sekitar 10 x 11 meter itu beserta sebagian besar perabotan di dalamnya ludes terbakar dan hanya menyisakan dinding bangunan utama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bara api diduga merembet dari bediang yang berada di belakang rumah hingga membakar bangunan. Kobaran api pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah saat melihat api mulai membesar di bagian belakang.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api secara bergotong royong. Mereka juga menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api tidak semakin meluas.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Erwin Rahadyan, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Polsek Sumber pada pukul 23.14 WIB. Petugas kemudian langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

"Begitu menerima laporan, petugas langsung diberangkatkan ke lokasi. Armada tiba sekitar pukul 23.44 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman," ujar Erwin.

Menurut Erwin, proses pemadaman dan pendinginan berlangsung cukup lama karena api sudah membesar saat petugas tiba di lokasi. Penanganan kebakaran baru dinyatakan selesai pada Kamis, 9 Juli 2026, sekitar pukul 02.17 WIB.

Ia menambahkan, petugas harus bekerja ekstra karena rumah berada di kawasan permukiman yang cukup padat. "Beruntung api berhasil dilokalisasi sehingga tidak menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya," katanya.

BPBD Kabupaten Rembang mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan api terbuka, termasuk bediang, terutama selama musim kemarau. Penggunaan api tanpa pengawasan berpotensi memicu kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....