Cegah Penyimpangan, Perhutani Telawa Awasi Ketat Proses Tebangan Kayu

  • 09 Jul 2026 09:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Boyolali – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa memperketat pengawasan proses tebangan kayu untuk memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai standar operasional. Langkah tersebut dilakukan melalui pengecekan langsung di lokasi tebangan wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Guwo.

Pengecekan dipimpin Administratur Perhutani KPH Telawa, Titus Aryanto, di petak 81b dan 84a1 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngrombo, BKPH Guwo. Pemeriksaan meliputi proses penebangan, pengukuran dimensi kayu, hingga pengawasan pengangkutan hasil produksi menuju Tempat Penimbunan Kayu.

Menurut Titus, pengawasan lapangan menjadi bagian penting dari upaya mencegah penyimpangan dalam proses produksi kayu. Selain itu, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk memastikan target produksi perusahaan dapat tercapai sesuai rencana.

"Kegiatan kami lakukan untuk memastikan seluruh proses tebangan berjalan sesuai standar prosedur kerja dan tidak ada penyimpangan di lapangan sehingga seluruh kegiatan produksi kayu dapat berjalan efektif, aman dan dipertanggungjawabkan secara administrasi," ujar Titus Aryanto melalui siaran pers, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pengawasan rutin merupakan bagian dari sistem pengendalian internal perusahaan untuk menjaga tata kelola hasil hutan negara tetap berjalan sesuai ketentuan. Dengan pengawasan yang konsisten, seluruh proses produksi diharapkan berlangsung secara tertib, aman, dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Telawa, Darmanta, mengatakan monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh petugas dan tenaga tebang mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengawasan dilakukan mulai dari proses penebangan hingga pencatatan hasil produksi kayu.

"Melalui pengecekan ini, kami memastikan setiap tahapan mulai dari penebangan, pengukuran hingga pencatatan produksi kayu dilaksanakan sesuai ketentuan. Dengan pengawasan yang ketat, kami berharap kegiatan produksi dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan," kata Darmanta.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan(LMDH) Yosowono Desa Kemusu, Supeno, menyambut baik pengawasan yang dilakukan jajaran Perhutani di lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu mengidentifikasi kendala operasional sejak dini sekaligus memotivasi para tenaga tebang untuk bekerja sesuai aturan dan menjaga kelestarian hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....