Pengamat: Akurasi Data Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran
- 08 Jul 2026 12:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pengamat Kebijakan Publik Ir. Muhamad Habibi, M.Si., M.Kom., IPU., ASEAN Eng., CPM menilai akurasi pendataan menjadi faktor utama agar program pemerintah daerah bagi anak yatim dan keluarga rentan benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum masuk dalam basis data sehingga berpotensi belum memperoleh pelayanan maupun bantuan sosial secara optimal.
Hal itu disampaikan Habibi kepada RRI Semarang, Rabu, 8 Juli 2026. Ia mengatakan pemerintah perlu memastikan seluruh anak yatim, yatim piatu, serta keluarga rentan dapat teridentifikasi secara menyeluruh.
Menurut Habibi, selama ini terdapat dua kelompok masyarakat yang perlu menjadi perhatian, yakni mereka yang telah terdaftar dalam basis data pemerintah dan kelompok yang belum tercatat. Kelompok kedua inilah yang dinilai memerlukan perhatian lebih karena keberadaannya sering kali belum terjangkau program bantuan.
Ia menilai pemerintah daerah perlu memperkuat mekanisme pendataan hingga tingkat RT, RW, kelurahan, dan kecamatan. Dengan demikian, seluruh warga yang membutuhkan dapat teridentifikasi tanpa terkecuali.
Selain itu, Habibi mengingatkan pentingnya pelayanan publik yang adil tanpa membedakan latar belakang masyarakat. Menurutnya, aparatur di tingkat paling bawah merupakan ujung tombak pemerintah dalam memastikan tidak ada warga yang terabaikan.
"Yang sudah masuk database umumnya lebih mudah mendapatkan pelayanan. Tantangannya adalah mereka yang belum terdata sehingga pemerintah harus lebih aktif melakukan pendataan," ujarnya.
Habibi juga mendorong pembaruan data dilakukan secara berkala karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan data yang valid, pemerintah akan lebih mudah menyusun kebijakan maupun menyalurkan bantuan secara efektif.
Ia berharap perhatian kepada anak yatim dan keluarga rentan tidak berhenti pada pendataan semata, tetapi dilanjutkan dengan program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....