Wali Kota Salatiga Buka Pelatihan Vokasi MUA dan Barista di BLK

  • 07 Jul 2026 00:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat pengembangan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan pasar. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Merias Wajah (Make Up Artist/MUA) dan Pelatihan Barista di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Salatiga, Senin, 6 Juli 2026.

Langkah taktis ini diwujudkan guna mencetak tenaga kerja unggul sekaligus mendorong lahirnya para pelaku wirausaha baru di wilayah setempat. Melalui agenda ini, jajaran eksekutif berharap tren positif pembangunan daerah dapat terus terjaga dengan baik.

Dalam arahannya, Wali Kota mengapresiasi kinerja Disperinaker dan UPTD BLK yang tanggap dalam memetakan potensi ekonomi kreatif. Dirinya menyebutkan, bekal keterampilan praktis merupakan kunci utama dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing daerah.

"Berdasarkan data ketenagakerjaan, kondisi Kota Salatiga menunjukkan perkembangan yang baik. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,98 persen," ungkap Robby di hadapan para peserta pelatihan. Capaian impresif tersebut dinilai harus menjadi pemacu semangat untuk terus melahirkan tenaga kerja yang siap berkompetisi.

Robby memotivasi para peserta agar tidak sekadar menargetkan diri untuk menjadi pencari kerja setelah lulus dari balai latihan. Dirinya sangat menekankan pentingnya perubahan pola pikir agar para alumni BLK memiliki keberanian untuk berwirausaha secara mandiri.

"Selain memperoleh keterampilan, saya berharap para peserta memiliki pola pikir untuk tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan," tegas Wali Kota. Kemandirian ekonomi inilah yang ditargetkan mampu memperluas ketersediaan lapangan kerja baru di Salatiga.

Wali Kota menilai kedua jenis pelatihan ini sangat relevan dengan dinamika industri modern dan gaya hidup masyarakat saat ini. Tingginya kultur konsumsi kopi membuka ruang lebar bagi profesi barista, sementara geliat industri kreatif dan momentum sakral pernikahan terus melejitkan kebutuhan jasa MUA profesional.

Di sisi lain, Kepala Disperinaker Kota Salatiga, Agung Hendratmiko, memaparkan bahwa pelatihan intensif ini akan berlangsung selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 6 hingga 31 Juli 2026. Seluruh peserta yang terlibat merupakan masyarakat pencari kerja lokal yang telah lolos tahapan seleksi ketat.

"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pencari kerja agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar," jelas Agung. Dirinya menambahkan bahwa seluruh pembiayaan program vokasi ini bersumber penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Salatiga Tahun Anggaran 2026. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....