Tekan Dampak Land Subsidence, PDAM Tirta Moedal Perbaiki Jaringan Air Kebonharjo
- 30 Jun 2026 06:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - PDAM Tirta Moedal Kota Semarang terus membenahi jaringan distribusi air bersih di kawasan Kebonharjo, Semarang Utara, sebagai upaya menekan dampak penurunan muka tanah (land subsidence). Perbaikan tersebut dilakukan melalui rehabilitasi jaringan pipa sekaligus pemasangan sambungan baru agar pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin optimal.
Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi PDAM Tirta Moedal dengan operator air minum asal Belanda melalui program WaterWorx. Jajaran direksi PDAM bersama mitra dari Belanda meninjau langsung hasil pelaksanaan program di kawasan Kebonharjo, Senin, 29 Juni 2026.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan Kebonharjo dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak penurunan muka tanah. Selain meningkatkan kualitas layanan, proyek tersebut juga difokuskan untuk menekan tingkat kebocoran jaringan air.
"Di Kebonharjo ini kita sudah merehab beberapa pipa jaringan yang tertanam akibat penurunan muka air tanah, dan juga melakukan pemasangan sambungan baru. Jadi, jaringan yang lama kita repair ke baru," kata Wawan, sapaan akrabnya.
Menurut Wawan, sebelum jaringan diperbaiki banyak pelanggan menghentikan langganan karena kualitas layanan yang kurang baik. Namun, setelah rehabilitasi dilakukan, banyak pelanggan lama kembali menggunakan layanan PDAM, bahkan disertai penambahan pelanggan baru.
"Setelah kita rehab pipanya, sekarang mantan pelanggan banyak yang menyambung kembali, dan ada juga pelanggan yang baru pasang. Kita menyentuh kurang lebih 500 titik atau pelanggan yang kita lakukan repair. Pipa yang dulu tertanam sedalam 2-3 meter sekarang kita ganti sesuai dengan standar galian yang tepat," ujarnya.
Ia menambahkan, hasil verifikasi di lapangan menunjukkan pasokan air kini mengalir selama 24 jam tanpa kendala berarti. Menurutnya, kelancaran distribusi terjadi karena kebocoran pada jaringan lama berhasil ditekan meski debit air tidak mengalami perubahan.
"Debit air sebenarnya tidak berubah. Hanya saja, sekarang jauh lebih lancar karena sudah tidak ada kebocoran lagi," katanya.
Keberhasilan proyek di Kebonharjo akan menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain di Kota Semarang. Program yang didukung pembiayaan dari mitra Belanda, PDAM Tirta Moedal, dan Pemerintah Kota Semarang tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat kebocoran jaringan yang saat ini masih berada di kisaran 40 persen.
Sementara itu, Project Manager WaterWorx, Thomas De Jong, mengatakan kerja sama antara operator air minum Belanda dan PDAM Tirta Moedal telah berlangsung sejak 2019. Selain membenahi infrastruktur jaringan air, program tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan bagi pegawai PDAM agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....