PDAM Semarang Siapkan Mitigasi Usai Kebocoran Pipa Air Baku di Ngaliyan

  • 03 Jun 2026 19:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – PDAM Tirta Moedal Kota Semarang menyiapkan sejumlah langkah mitigasi setelah kebocoran pipa air baku di wilayah Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, sempat mengganggu pasokan air bersih bagi sekitar 40 ribu pelanggan. Perusahaan menilai insiden tersebut menjadi pelajaran penting untuk memperkuat sistem distribusi air di masa mendatang.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setyawan, mengatakan proses perbaikan pipa transmisi yang bocor telah berhasil diselesaikan dalam waktu dua hari. Meski demikian, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan layanan selama proses penanganan berlangsung.

"Untuk pipa bocor dari air baku ASB dua kali 24 jam kita melakukan lembur dan bisa teratasi dengan baik. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan itu," kata Ady, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, proses perbaikan membutuhkan waktu cukup lama karena lokasi kebocoran berada di area yang sulit dijangkau. Selain berada di kawasan yang dalam, titik kerusakan juga tidak memiliki akses jalan inspeksi sehingga menyulitkan mobilisasi alat dan personel.

Tak hanya faktor teknis, proses penanganan juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan. Jalur pipa berada di kawasan yang menjadi habitat kera sehingga pekerjaan perbaikan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu satwa yang berada di sekitar lokasi.

"Kita juga harus melihat lingkungan. Kebisingan dari proses perbaikan jangan sampai mengganggu habitat yang sudah ada. Kita arahkan keranya itu masuk ke tempatnya dulu baru kita mulai kerja," ujarnya.

Meski kebocoran berhasil ditangani, Ady mengakui potensi gangguan serupa masih dapat terjadi. Pasalnya, jalur pipa berada di kawasan tanah bergerak yang berisiko memicu retakan dan kerusakan jaringan distribusi air.

"Potensi bocor lagi itu selalu ada. Memang berada pada kawasan tanah yang bergerak,"*katanya.

Sebagai langkah antisipasi, PDAM Tirta Moedal mulai menyiapkan sejumlah program mitigasi jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satunya dengan menambah armada mobil tangki untuk memperkuat distribusi air bersih saat terjadi gangguan layanan.

Selain itu, perusahaan juga berencana menggandeng para ahli untuk melakukan pemetaan titik-titik rawan retakan atau cracking pada jalur pipa. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam upaya pencegahan kebocoran di masa mendatang.

Untuk jangka panjang, PDAM menyiapkan pembangunan jalur pipa cadangan agar distribusi air tetap dapat berjalan ketika salah satu jaringan utama mengalami gangguan.b"Jangka panjangnya kita akan membuat pipa spare atau cadangan sehingga kalau satu jalur terganggu, cadangannya bisa langsung berjalan," jelasnya.

Selama gangguan pasokan berlangsung, PDAM menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Namun, keterbatasan jumlah armada membuat distribusi belum dapat menjangkau seluruh pelanggan terdampak secara optimal.

"Kami mohon maaf. Armada kami hanya enam unit meskipun sudah meminjam dari beberapa dinas dan ASB sendiri," ujarnya.

Melalui berbagai langkah mitigasi tersebut, PDAM Tirta Moedal berharap dapat meningkatkan keandalan sistem distribusi air bersih. Upaya ini sekaligus diharapkan dapat meminimalkan dampak gangguan layanan bagi masyarakat apabila terjadi kebocoran jaringan di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....