Harganas, Ayah Tak Cukup Cari Nafkah, Wajib Hadir Mengasuh Anak

  • 30 Jun 2026 03:36 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Harganas, Ayah Tak Cukup Cari Nafkah, Wajib Hadir Mengasuh Anak

RRI.CO.ID, Pekalongan – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan bahwa sosok ayah tidak boleh hanya berperan sebagai pencari nafkah. Di tengah tantangan pengasuhan anak yang semakin kompleks, ayah dituntut hadir secara aktif dalam mendidik, membimbing, dan membangun karakter anak sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Sukirman usai memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di lapangan belakang Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin, 29 Juni 2026. Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", Sukirman menilai peringatan Harganas tahun ini menjadi momentum penting untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap pola pengasuhan dalam keluarga.

"Ini tema yang saya kira unik karena sekaligus menjadi evaluasi total kita dalam membangun rumah tangga dan keluarga. Kita harus menyadari bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam memajukan negeri dan melaksanakan pembangunan," ujar Sukirman.

Menurutnya, selama ini masih banyak anggapan bahwa tanggung jawab mengasuh anak sepenuhnya berada di tangan ibu. Padahal, kehadiran ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional, mental, hingga karakter anak.

Ia menegaskan, membangun keluarga yang berkualitas merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Meski memiliki pembagian peran dalam rumah tangga, keduanya tetap harus terlibat aktif dalam proses pengasuhan.

"Membangun rumah tangga dan mengasuh anak itu tidak hanya dibebankan kepada seorang ibu, tetapi juga seorang ayah. Kehadiran seorang ayah menjadi wajib hukumnya. Memang ada pembagian tugas masing-masing, mungkin ayah bekerja dan ibu lebih banyak di rumah, tetapi itu harus menjadi kesepakatan bersama agar tidak menghilangkan peran satu sama lain," ujarnya.

Ia menilai, kolaborasi yang baik antara ayah dan ibu akan menciptakan keluarga yang harmonis. Hal ini akan menghadirkan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

Ia juga mengingatkan bahwa membesarkan anak tidak bisa dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Orang tua perlu menyiapkan pendidikan formal, pembentukan karakter, pembinaan mental dan spiritual, hingga memastikan kesehatan anak sejak usia dini.

"Perencanaannya harus matang, mulai dari sekolah anak, pendidikan mental spiritual, pembentukan karakter, hingga kesehatannya. Semua itu harus dijaga bersama-sama melalui kehadiran ayah dan ibu," katanya.

Menurut Sukirman, keluarga merupakan fondasi utama yang menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Saat ditanya mengenai makna keluarga bagi dirinya, Sukirman mengaku keluarga menjadi sumber kekuatan sekaligus arah dalam menjalani kehidupan. "Kalau saya, keluarga menjadi penopang kehidupan pribadi kita, menjadi dasar kita dalam meraih cita-cita," katanya.

"Tanpa keluarga, kita seperti nahkoda tanpa arah, tanpa tujuan. Kehidupan pribadi pun memiliki cita-cita, dan cita-cita itu adalah keluarga," ungkapnya.

Melalui peringatan Harganas ke-33, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap semangat "Ayah Wajib Hadir" tidak berhenti sebagai slogan seremonial. Akan tetapi, benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar lahir generasi yang sehat, berkarakter, dan berkualitas sebagai modal pembangunan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....