Taj Yasin: Tali Asih Pemprov Jateng Terbuka untuk Semua Penghafal Kitab Suci
- 29 Jun 2026 14:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memastikan program tali asih dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbuka bagi seluruh penghafal kitab suci sesuai agama masing-masing. Program tersebut menjadi bentuk penghormatan pemerintah kepada masyarakat yang menjaga dan mengamalkan ajaran kitab sucinya melalui hafalan.
Penegasan itu disampaikan Taj Yasin saat menyerahkan tali asih kepada para hafiz Al-Qur'an dalam rangkaian kunjungan ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Kendal, Sabtu, 28 Juni 2026. Dalam sehari, ia mendatangi tiga pesantren, yakni Ponpes Hidayatul Muttaqin Patebon, Ponpes Fatkhu Ulumil Qur'an, serta Ponpes Daar Al-Qur'an Pucakwangi untuk menyalurkan apresiasi kepada 25 santri yang telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur'an.
Menurut Taj Yasin, program tali asih selama ini kerap dipahami hanya ditujukan bagi penghafal Al-Qur'an. Padahal, penghargaan tersebut dapat diberikan kepada siapa saja yang menghafalkan kitab suci sesuai keyakinan dan agamanya.
"Program tali asih ini bukan khusus Al-Qur'an. Akan tetapi, bagi orang-orang yang menghafalkan kitab suci sesuai agamanya,” katanya saat menghadiri Haflah Haul dan Khotmil Qur'an di Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqin.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ingin memberikan penghormatan kepada seluruh masyarakat yang berupaya menjaga nilai-nilai agama melalui hafalan kitab suci. Oleh karena itu, program tersebut tidak membedakan latar belakang agama penerimanya.
"Kami ingin memberikan penghormatan kepada siapa saja yang menjaga kitab sucinya. Program ini terbuka untuk semua penghafal kitab suci," ucapnya.
Selain menyerahkan tali asih, Taj Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh pondok pesantren yang telah membimbing para santri. Menurutnya, peran para kiai dan ustaz sangat penting dalam mencetak generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat.
Ia mengatakan, kemampuan menghafal Al-Qur'an merupakan bekal penting bagi para santri dalam menjalani kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, keberadaan pesantren memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter dan moral generasi muda.
Kepada para hafiz, Gus Yasin berpesan agar tidak berhenti setelah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. "Semoga semakin semangat menghafal, semakin sering khatam Al-Qur'an," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga memohon doa kepada para ulama, santri, dan masyarakat agar penyelenggaraan pemerintahan di Jawa Tengah berjalan dengan baik. Ia berharap pemerintah senantiasa mendapat keberkahan sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....