Pemkot Magelang Targetkan Realisasi Investasi Senilai Rp57 Miliar

  • 28 Jun 2026 01:17 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pemkot Magelang
  • Magelang Investment Business Forum
  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Magelang,

RRI. CO.ID, Kota Magelang - MAGELANG - Pemkot Magelang menargetkan realisasi investasi sekitar Rp 57 miliar melalui Magelang Investment Business Forum (MASSIF) 2026. Pertemuan tersebutn , tidak hanya sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang negosiasi awal, melainkan menguji daya tarik investasi Kota Magelang

”Masuknya investor menjadi kunci penting dalam mendorong pergerakan ekonomi daerah. Namun keputusan investor tidak hanya ditentukan oleh potensi bisnis semata, tetapi juga adanya daerah yang kondusif, perizinannya mudah dan ada kepastian hukum," kata Plh Sekda Kota Magelang, Larsita saat membuka melalui Magelang Investment Business Forum (MASSIF) 2026,Jumat, 26 Juni 2026.

Larsita mengatakan, tiga faktor tersebut masih menjadi titik krusial yang menentukan rencana investasi benar-benar akan direalisasikan atau berhenti pada tahap komitmen awal. Kehadiran investor akan memberuikan dampak berganda terhadap perekonomian daerah.

Selain itu, juga meningkatkan usaha serta memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Daya tarik investasi daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi bisnis.Tetapi, t juga oleh kemudahan berusaha yang diberikan pemerintah,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi, mengatakan,forum investasi tersebut dirancang untuk mempertemukan investor potensial dengan pemerintah daerah. Sekaligus mempromosikan berbagai peluang investasi yang tersedia di Kota Magelang.

Menurutnya, salah satu agenda utama dalam forum tersebut, penandatanganan 12 Letter of Intent (LoI) dengan total rencana investasi mencapai sekitar Rp57 miliar. Dari 12 LoI tersebut, penandatanganan secara simbolis diwakili oleh tiga perusahaan, yakni PT Daya Indah Nawasema, PT Pulung Property Jaya, dan Yayasan Al Abidin Surakarta.

“Selain penandatanganan komitmen investasi, MASSIF 2026 juga memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang dinilai patuh terhadap administrasi perizinan,. Juga yang tertib menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal, serta berhasil meningkatkan realisasi investasi,” ungkapnya.

Candra menilai, forum ini penting karena banyak investor lebih memilih daerah yang mampu memberikan kepastian proses dibanding sekadar menawarkan potensi. Selain menarik investor baru, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem usaha yang sudah ada.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha lokal, kegiatan tersebut turut melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM yang tergabung dalam Paguyuban UMKM Sehati dan UMKM Mega Tidar. (Wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....