Salatiga Tekankan Pengelolaan Sampah dan Optimalisasi Potensi Wilayah

  • 26 Jun 2026 22:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Langkah strategis dalam memperkuat tata kelola lingkungan dan mendongkrak perekonomian di tingkat kelurahan terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Salatiga. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., secara resmi melaksanakan kegiatan pembinaan wilayah yang berpusat di Aula Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wali Kota didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Camat Argomulyo. Kehadiran rombongan ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan program kewilayahan sekaligus memberikan arahan strategis kepada aparatur kelurahan dan elemen masyarakat setempat.

Salah satu poin krusial yang disoroti oleh Robby adalah persoalan lingkungan hidup, terutama terkait keberadaan gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo yang sudah menumpuk selama puluhan tahun. Pemkot Salatiga menegaskan komitmennya untuk menggandeng sejumlah konsultan dan tenaga ahli guna memusnahkan sampah di hilir, namun keberhasilan penanganan ini tetap bertumpu pada partisipasi aktif warga.

“Jika di hilir sampah sudah kita tangani, maka dari hulunya juga harus dihentikan, terutama sampah organik melalui program stop sampah organik dari sumbernya,” tegas Robby. Menurutnya, upaya keras pemerintah di TPA Ngronggo tidak akan membuahkan hasil optimal apabila volume produksi sampah harian dari rumah tangga terus bertambah tanpa ada pembatasan di hulu.

Selain isu lingkungan, Wali Kota juga mendorong penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan lokal melalui pemanfaatan lahan-lahan tidur yang tidak produktif dengan metode budidaya yang lebih adaptif. Pihaknya menyarankan agar kelompok tani diberikan pelatihan khusus untuk menanam padi di lahan kering serta mengoptimalkan program ketahanan pangan mandiri melalui metode penanaman padi di dalam pot.

Lebih lanjut, Robby menginstruksikan aparatur kelurahan, khususnya Lurah bersama jajaran Linmas, untuk menerapkan sistem jemput bola secara aktif dan tidak pasif dalam melakukan pendataan warga terkait sektor pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, ia juga meminta Karang Taruna untuk berpikiran maju dengan memanfaatkan peluang era digital melalui pelatihan konten kreator, serta memaksimalkan keberadaan Rumah Dilan sebagai sarana pemberdayaan keterampilan yang terhubung dengan akses permodalan.

Merespons arahan tersebut, Lurah Kumpulrejo, Ahmad Subagiyo, memaparkan bahwa wilayahnya memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat dengan dukungan 8.691 penduduk serta ratusan pelaku UMKM di bidang kuliner, jasa, fesyen, dan produk kreatif dengan unggulan olahan susu serta kerupuk paru. Potensi tersebut kian diperkuat oleh keberadaan BLK Komunitas Salib Putih, Rumah Susu Lembu Saloka, Rumah Dilan Budaya Makmur, serta kesiapan kader Posyandu dalam memantau stunting secara berkala guna mendukung target zero stunting sekaligus menyukseskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi ribuan penerima manfaat di Kumpulrejo. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....