Lewat Komisi Irigasi, Jateng Perkuat Pengelolaan Air Hadapi Kemarau Panjang
- 26 Jun 2026 18:51 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ancaman kemarau panjang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Pengelolaan sumber daya air yang efektif dinilai menjadi kunci agar kebutuhan irigasi pertanian tetap terpenuhi di tengah potensi berkurangnya pasokan air.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kebutuhan air di Jawa Tengah sangat tinggi karena provinsi ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Karena itu, pengelolaan air harus dilakukan secara terencana dan melibatkan seluruh pihak terkait.
Menurut Sumarno, ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga menyangkut kebutuhan masyarakat secara luas. Apabila tidak dikelola dengan baik, potensi konflik pemanfaatan air dan gangguan produksi pangan dapat terjadi.
"Air ini sangat berharga sehingga membutuhkan manajemen yang baik. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita menjaga kelestariannya," ujarnya saat pengukuhan 40 komisi irigasi di kantor Pekerjaan Umum Jateng, Kamis 25 Juni 2026.
Untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air, Jawa Tengah mengandalkan sinergi berbagai pemangku kepentingan melalui Komisi Irigasi Provinsi Jawa Tengah. Komisi tersebut beranggotakan unsur pemerintah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perwakilan petani, pengguna air, serta berbagai sektor terkait lainnya.
Keberadaan komisi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam pengaturan distribusi dan pemanfaatan air. Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, kebutuhan air untuk pertanian dan masyarakat dapat dipenuhi secara lebih optimal.
Ketua Komisi Irigasi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah potensi kemarau panjang. Oleh karena itu, berbagai sumber daya air yang tersedia harus dikelola secara maksimal untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.
Menurut Henggar, Jawa Tengah memiliki modal yang cukup kuat berupa jaringan irigasi dan embung yang tersebar di berbagai daerah. Infrastruktur tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau.
"Sebagai lumbung pangan nasional, kita harus mampu memastikan kebutuhan air irigasi terpenuhi sehingga petani tidak mengalami kesulitan pada musim tanam," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan air akan berpengaruh langsung terhadap produktivitas pertanian Jawa Tengah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, petani, dan seluruh pengguna air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan di daerah ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....