Wagub Ajak OPD Tiru Desa Kranggan Klaten, Sukses Kembangkan Potensi Daerah

  • 26 Jun 2026 17:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Keberhasilan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, dalam mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat menarik perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Desa tersebut bahkan diminta menjadi model pengembangan bagi Program Desa Dampingan yang dijalankan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, Desa Kranggan menunjukkan bagaimana sebuah desa dapat berkembang pesat melalui sinergi berbagai pihak. Karena itu, seluruh OPD diminta belajar langsung dari keberhasilan desa tersebut.

"Desa Kranggan luar biasa majunya. Kita mengajak sebagian besar kepala dinas untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya," kata Taj Yasin saat menghadiri Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan, Jumat 26 Juni 2026.

Menurutnya, kemajuan Desa Kranggan tidak dibangun oleh pemerintah desa semata. Perkembangan tersebut lahir dari kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Posyandu Jiwa Gemas Ketawa atau Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa. Program ini tidak hanya memberikan pendampingan kepada warga dengan gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga mendorong mereka kembali produktif melalui kegiatan pemberdayaan.

Model layanan tersebut dinilai sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah menyiapkan pengembangan Klinik Disabilitas. Pendekatan yang menggabungkan aspek kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.

Keunggulan lain Desa Kranggan terlihat dari keberhasilannya menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam program pendampingan desa. Kolaborasi tersebut melahirkan Museum Besalen Koripan yang dikenal sebagai museum metalurgi pertama di Indonesia yang dikelola pemerintah desa.

Melihat berbagai capaian tersebut, Taj Yasin meminta Biro Kesejahteraan Rakyat Jawa Tengah melakukan evaluasi berkala terhadap 61 Desa Dampingan OPD yang ada saat ini. Desa-desa yang masih menghadapi kendala akan diajak belajar langsung ke desa yang telah berhasil mengembangkan potensinya.

"Desa yang masih kesulitan nanti kita ajak berkunjung ke desa-desa yang sudah maju, supaya mereka punya gambaran bagaimana mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki," tegasnya.

Menurut Taj Yasin, program pendampingan desa harus berorientasi pada kemandirian masyarakat. Pendampingan tidak cukup hanya berupa bantuan, tetapi juga harus mampu membangun kapasitas warga, memperluas jejaring, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Rektor UNS, Dodi Aryawan, mengatakan program pendampingan yang dilakukan sepanjang Juni hingga November 2025 memberikan dampak ekonomi yang nyata. Pendapatan Museum Besalen Koripan meningkat hampir sepuluh kali lipat dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta.

Peningkatan juga terjadi pada penjualan produk pisau hasil karya para pande besi setempat. Nilai penjualannya melonjak dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta setelah mendapat pendampingan dan promosi yang lebih terarah.

Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, menyambut baik perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa yang dimiliki.

"Semoga perhatian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memajukan Desa Kranggan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin juga meninjau sejumlah unit usaha dan layanan masyarakat yang berkembang di Desa Kranggan. Di antaranya peternakan ayam milik BUMDes, Museum Besalen Koripan, layanan administrasi kependudukan, konsultasi kemasan UMKM, layanan Samsat, perpustakaan desa, hingga fasilitasi sertifikasi halal.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa bibit tanaman, kursi roda bagi penyandang disabilitas, serta satu ton beras untuk keluarga kurang mampu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....