Pemkot Semarang Luncurkan E-SANKEM, Santunan Kematian Kini Bisa Diajukan Online
- 25 Jun 2026 20:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Kota Semarang meluncurkan aplikasi Elektronik Santunan Kematian (E-SANKEM) untuk mempermudah masyarakat mengajukan santunan kematian secara daring. Melalui inovasi ini, proses pengajuan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diakses lebih cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi.
Peluncuran aplikasi dilakukan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam kegiatan penyaluran santunan bagi 1.000 anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang digelar Dinas Sosial Kota Semarang, Kamis, 25 Juni 2026. Menurut Agustina, kehadiran pemerintah tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga harus hadir saat masyarakat menghadapi situasi sulit, termasuk ketika keluarga sedang berduka.
“Saat keluarga sedang berduka, mereka seharusnya tidak dibebani proses birokrasi yang panjang dan berbelit. Pemerintah harus hadir membantu, mempermudah, dan memberikan pelayanan yang cepat sehingga masyarakat dapat fokus mendampingi keluarganya,” ujar Agustina.
Ia menegaskan, transformasi digital harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan layanan cepat dan humanis. Karena itu, E-SANKEM dihadirkan sebagai solusi agar warga bisa mengakses santunan kematian secara lebih praktis dan real time.
Menurut Agustina, digitalisasi pelayanan publik bukan semata soal penggunaan teknologi, tetapi bagaimana pemerintah mampu melayani warga dengan lebih baik dan lebih manusiawi. Inovasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Semarang bersama Yayasan Al Fatihah juga menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim, piatu, dan yatim piatu dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Bantuan yang diberikan berupa uang saku, paket sembako, serta buku iqro'.
Agustina menilai perhatian terhadap anak-anak yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk investasi sosial bagi masa depan Kota Semarang. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita dengan dukungan yang memadai dari lingkungan sekitar.
“Hari ini kita ingin memastikan bahwa anak-anak yatim tetap memiliki harapan dan masa depan. Pemerintah Kota Semarang hadir untuk mendampingi mereka. Begitu juga ketika ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, pemerintah harus hadir untuk membantu dan meringankan bebannya,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial. Sebab, ukuran kota yang hebat, menurut Agustina, tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga dan melindungi warga saat menghadapi kesulitan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....