Kemhan- Perhutani Matangkan Lahan Pembangunan Batalyon Teritorial di Boyolali

  • 24 Jun 2026 09:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID Boyolali– Rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Kabupaten Boyolali terus dimatangkan. Langkah percepatan ini ditandai dengan peninjauan langsung kawasan hutan yang diproyeksikan menjadi lokasi markas komando, Selasa, 23 Juni 2026.

Sinergi lintas instansi dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum proyek strategis nasional ini resmi dimulai. Titik yang menjadi fokus peninjauan bersama berada di lokasi petak 7a RPH Ledok BKPH Krobokan, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa.

Wilayah ini dinilai strategis untuk memenuhi kebutuhan taktis dan operasional batalyon baru tersebut. Koordinasi di lapangan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan kementerian, komando distrik militer, otoritas kehutanan setempat, hingga pihak kontraktor pelaksana.

Tim Kementerian Pertahanan yang dipimpin Marsma TNI Taufik Hari Wicaksono, S.T., bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0724 Boyolali, Letkol Infanteri Gunawan Nurbatin, turun langsung ke lokasi didampingi sejumlah pejabat kewilayahan. Kehadiran mereka disambut oleh Administratur Perhutani KPH Telawa, Titus Ariyanto, beserta jajaran manajemen teknis. Pertemuan di lapangan ini difokuskan untuk membahas percepatan proyek agar selesai tepat waktu.

Administratur Perhutani KPH Telawa, Titus Ariyanto, menyatakan, peninjauan bersama ini menjadi ruang koordinasi dan diskusi teknis yang sangat penting. “Pemanfaatan lahan ini dipastikan akan tetap menyelaraskan fungsi pertahanan dengan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kementerian Pertahanan, Marsma TNI Taufik Hari Wicaksono, S.T., menegaskan penguatan sektor militer menjadi pilar penting bagi kemajuan sebuah negara. Infrastruktur pertahanan yang kuat di daerah dinilai akan berdampak langsung pada stabilitas nasional dan kelancaran pembangunan sektor lainnya.

Keberadaan batalyon teritorial pembangunan ini dirancang untuk memperkuat pengamanan di wilayah yang memiliki potensi kerawanan. " Di suatu negara yang mau maju, militer harus diperkuat, di mana keamanan lemah/banyak gangguan keamanan, pembanguan Yon TP ini diharapkan dapat berjalan dengan baik sesuai perencanaan yang matang,” ujar Marsma TNI, Taufik Hari Wicaksono, S.T. saat memberikan pengarahan di lokasi peninjauan.

Tahapan pembangunan Yon TP ke depan dipastikan akan mengacu pada komitmen legalitas hukum dan lingkungan yang ketat. Komunikasi intensif antara Kementerian Pertahanan, Kodim 0724 Boyolali, dan Perhutani KPH Telawa disepakati menjadi kunci utama.

Seluruh proses pengerjaan fisik yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Cahya Indo Nusantara wajib memperhatikan aspek administrasi dan prinsip kehati-hatian. Selain itu, juga harus memperhatikan kaidah pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....