Business Matching MBG di Purworejo Stagnan, UMKM Kecewa

  • 22 Jun 2026 21:35 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Forum Business Matching Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan UMKM dan penyedia lokal Kabupaten Purworejo menggelar pertemuan di UPT PLUT KUMKM Purworejo, pada Senin 22 Juni 2026, berakhir tanpa hasil konkret. Alih-alih memutus rantai pasok, pertemuan yang difasilitasi Satgas MBG Pemkab Purworejo itu justru kembali ke titik awal pembahasan.

Kegiatan ini sejatinya digadang sebagai jembatan kemitraan antara petani, peternak, nelayan, UMKM dengan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya jelas: memperkuat rantai pasok lokal dan menggerakkan ekonomi daerah lewat program makan siang gratis berskala nasional.

Namun ekspektasi itu kandas di meja diskusi. Muhammad Abdullah, peternak bebek petelur Purworejo, menyebut forum kali ini hanya pengulangan dari pertemuan di Pendopo sebelumnya. "Pemda melalui Satgas MBG sudah sangat baik memfasilitasi pertemuan antara para penyedia bahan baku dengan owner SPPG, tapi perwakilan yang hadir belum bisa memberikan keputusan sehingga belum ada hasil yang konkret," ujarnya kepada RRI.

Kritik lebih tajam datang dari Sugiharto, perwakilan Perkumpulan Peternak Ayam Petelur Purworejo. Ia menilai business matching kehilangan esensinya. Forum yang seharusnya membahas skema teknis, volume pasokan, dan pola kemitraan, malah terjebak pada pengenalan umum.

"Harusnya pertemuan ini jadi tindak lanjut dari pertemuan di Pendopo. Yang terjadi justru kembali membahas hal-hal mendasar seperti tahap awal. Padahal idealnya business matching menghasilkan kesepakatan teknis dan langkah solutif bagi kedua belah pihak," katanya.

Menurut Sugiharto, tanpa kejelasan kebutuhan pasokan, kapasitas, dan mekanisme kerja sama, pelaku usaha sulit bergerak. Forum pun berisiko hanya menjadi kegiatan seremonial. "Kami datang dengan harapan ada tindak lanjut yang nyata. Kenyataannya belum dapat kepastian apa pun. Kami seperti kembali ke titik awal," ungkapnya.

Padahal peluang MBG bagi produk pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM Purworejo sangat besar. Program nasional ini berpotensi menjadi pasar tetap yang menyerap hasil produksi lokal secara masif.

Para pelaku usaha menyatakan tetap mendukung MBG. Mereka hanya meminta Pemkab Purworejo dan Satgas MBG segera menaikkan level diskusi dari sosialisasi ke tahap eksekusi. "Pemda diharapkan terus memfasilitasi komunikasi, tapi kali ini dengan target yang terukur. Ke depan harus ada kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan," tegas Sugiharto.

Jika forum lanjutan masih berkutat di permukaan, dikhawatirkan momentum MBG untuk mengangkat ekonomi lokal Purworejo justru terbuang sia-sia. Apakah Satgas MBG Purworejo akan merespons kritik ini dengan roadmap kemitraan yang jelas? Para peternak dan UMKM masih menunggu.(Ags)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....