Kapolrestabes Semarang: Petugas Polmas Harus Jadi Problem Solver Warga
- 22 Jun 2026 15:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Petugas Pemolisian Masyarakat (Polmas) harus mampu menjadi sahabat warga sekaligus problem solver bagi berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Heri Wahyudi saat memimpin Apel Petugas Polmas di Lapangan Pratisara Wirya Polrestabes Semarang, Senin, 22 Juni 2026.
Apel tersebut digelar sebagai langkah memperkuat implementasi transformasi program Polisi RW menjadi Petugas Pemolisian Masyarakat di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Kegiatan diikuti para Pejabat Utama Polrestabes Semarang, Kapolsek jajaran, Kanit Binmas, Bhabinkamtibmas, serta personel Polrestabes dan Polsek yang telah ditunjuk sebagai Petugas Polmas.
Dalam arahannya, Kombes Pol Heri Wahyudi menegaskan bahwa Petugas Polmas merupakan ujung tombak kehadiran Polri di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka dituntut tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun kedekatan dengan warga.
"Petugas Polmas adalah ujung tombak kehadiran Polri di tengah masyarakat. Mereka harus mampu menjadi sahabat warga, pendengar yang baik, sekaligus problem solver bagi setiap persoalan yang muncul di lingkungan binaannya," katanya.
Menurut Heri, Petugas Polmas merupakan transformasi dari program Polisi RW yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membangun kemitraan antara Polri dan masyarakat. Ia menekankan, kehadiran Petugas Polmas bukan sekadar menjalankan program kelembagaan, melainkan bentuk nyata pelayanan kepolisian yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di tingkat akar rumput.
Untuk itu, seluruh personel Polmas diminta aktif melaksanakan sambang dan membangun komunikasi dengan ketua RT, ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Melalui komunikasi yang intensif, berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat diharapkan dapat dideteksi lebih dini dan diselesaikan secara cepat, humanis, serta profesional.
Heri menambahkan, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Petugas Polmas diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial maupun keamanan yang terjadi di lingkungan warga.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan apel tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat implementasi Pemolisian Masyarakat. Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemolisian Masyarakat.
"Melalui apel ini, Kapolrestabes Semarang menegaskan kembali bahwa Petugas Polmas merupakan ujung tombak kehadiran Polri di tengah masyarakat. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga sebagai mitra, sahabat, pendengar, sekaligus problem solver bagi warga di lingkungan binaannya," ujar Kompol Riki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....