Turun ke Masyarakat, Jambore Milad Aisyiyah Jateng Perkuat Dakwah Kemanusiaan
- 19 Jun 2026 14:04 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah(PWA) Jawa Tengah akan menggelar Jambore Milad Ke-109 'Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional 2026 di Tawangmangu, Karanganyar. Kegiatan yang akan berlangsung pada 27-28 Juni 2026 tersebut difokuskan untuk memperkuat dakwah kemanusiaan melalui berbagai kegiatan di lapangan yang turun langsung ke masyarakat.
Jambore mengusung tema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem". Tema tersebut menjadi landasan penguatan gerakan sosial yang selama ini dijalankan 'Aisyiyah di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Ketua PWA Jawa Tengah, Eny Winaryati, mengatakan peringatan Milad Ke-109 menjadi momentum strategis memperkuat peran perempuan dalam pembangunan masyarakat. Momentum tersebut juga bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional yang menekankan pentingnya keluarga tangguh sebagai fondasi kemajuan bangsa.
“Dakwah kemanusiaan yang dikembangkan 'Aisyiyah tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata pemberdayaan masyarakat. Penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan keluarga, pencegahan stunting, dan pengurangan kemiskinan ekstrem merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, berkeadaban, dan hidup dalam suasana damai,” ujarnya.
Jambore akan diikuti sekitar 600 peserta yang berasal dari 35 kabupaten dan kota serta berbagai unsur organisasi 'Aisyiyah. Peserta terdiri atas pimpinan daerah, Korps Muballighat, Mualaf Center 'Aisyiyah, serta majelis dan lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan.
Pada acara pembukaan, panitia mengundang sejumlah tokoh nasional dan daerah untuk memberikan penguatan wawasan kepada para peserta. Materi yang disampaikan mencakup pembangunan keluarga berkualitas, ketahanan pangan, pencegahan stunting, hingga optimalisasi zakat dan sedekah.
Berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya, jambore tahun ini menekankan pendekatan partisipatif dan aksi lapangan. Pada hari kedua, peserta akan melaksanakan turba di lima desa yang menjadi lokasi pendampingan dan pembelajaran sosial.
Peserta akan melakukan silaturahmi, survei sosial, pendataan keluarga, serta mengidentifikasi persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem di masyarakat. Kegiatan tersebut juga mencakup dialog dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan warga untuk menggali kebutuhan serta potensi lokal.
Ketua Panitia, Amiroh, mengatakan hasil survei lapangan akan diolah menjadi White Paper atau kertas kebijakan yang komprehensif. Dokumen tersebut akan memuat potensi, tantangan, rekomendasi program, dan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan di lapangan.
Selain aksi lapangan, jambore juga menghadirkan berbagai ajang apresiasi praktik baik dalam bidang dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperluas replikasi program unggulan di seluruh Jawa Tengah.
“Melalui Jambore Milad ke-109 ini, 'Aisyiyah Jawa Tengah meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan masyarakat. Dengan memperkuat keluarga, mengembangkan ketahanan pangan, serta memperluas gerakan pemberdayaan berbasis komunitas, 'Aisyiyah berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, berkeadilan, dan berkemajuan menuju Indonesia yang damai dan berkeadaban,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....