Sensus Ekonomi 2026 Tentukan Arah Pembangunan Kabupaten Pekalongan

  • 12 Jun 2026 07:04 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Pekalongan

RRI.CO.ID, Pekalongan – Sensus Ekonomi tahun 2026 menjadi penentu arah pembangunan Kabupaten Pekalongan 10 tahun mendatang. Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, saat membuka pembekalan Petugas Sensus tahap III di Hotel Aston Pekalongan.

Sebanyak 903 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Badan Pusat Statistik Kabupaten Pekalongan mengikuti pembekalan selama tiga hari. Ratusan petugas ini segera menjalankan tugasnya 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026 secara door to door.

Disampaikan Sekda Yulian, Kamis 11 Juni 2026, para petugas Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi wajah negara di tengah aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan. "Tugas ini tidak mudah, animo pendaftaran sebagai petugas sensus juga mencapai ribuan, itu berarti yang ada disini adalah sumber daya manusia yang hebat dan kompeten," ucapnya.

Sebanyak 903 petugas disiapkan untuk menjalankan tugas besar tersebut. Mereka bukan sekadar pencatat data, melainkan penjaga akurasi informasi yang akan menentukan arah pembangunan daerah dalam satu dekade mendatang.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh integritas serta profesionalisme petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat. "Petugas sensus ekonomi merupakan ujung tombak pembangunan Kabupaten Pekalongan, data yang dihimpun akan menjadi landasan dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan daerah di berbagai sektor," ujar Yulian.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melibatkan kekuatan besar yang terdiri atas ratusan petugas lapangan. Sebanyak 796 petugas pencacah akan bertugas melakukan pendataan langsung kepada pelaku usaha, sementara 171 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) disiapkan untuk memastikan kualitas dan validitas hasil pendataan.

Mereka akan menjangkau berbagai bentuk aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan. Mulai dari usaha batik yang menjadi identitas daerah, industri konveksi, perdagangan, jasa, kuliner, hingga usaha rumahan yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

Ia berharap seluruh petugas mampu menjalankan tugas secara profesional, teliti, dan sesuai standar yang telah ditetapkan agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah. "Keberadaan ratusan petugas tersebut menjadi elemen penting dalam menjangkau seluruh aktivitas ekonomi yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan," kata Maibu.

Potret Ekonomi dari Lapangan

Berbeda dengan laporan administrasi yang hanya mencatat pelaku usaha formal, sensus ekonomi berupaya menangkap gambaran yang lebih luas. Di Kabupaten Pekalongan, banyak aktivitas ekonomi tumbuh dari sektor informal dan usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Data inilah yang kemudian menjadi dasar dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan zaman. Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga investor dalam membaca arah perkembangan ekonomi Kabupaten Pekalongan.

Oleh karena itu, pembekalan kepada para petugas tidak sekadar agenda teknis. Akan tetapi, juga bagian dari upaya memastikan setiap informasi yang dikumpulkan memiliki kualitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....