Ladang Tebu Terbakar, Petani Lansia di Kudus Ditemukan Meninggal

  • 11 Jun 2026 12:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Warga Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus digegerkan dengan peristiwa kebakaran ladang tebu yang berujung ditemukannya seorang lansia dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Ngatmono (70), pemilik ladang tebu yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu, 10 Juni 2026 sore.

Kepala BPBD Kudus, Eko Hari Jatmiko melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Munaji mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Kamis, 11 Juni 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan keterangan keluarga, Ngatmono berangkat ke ladang tebu sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan sepeda motor dengan membawa sejumlah peralatan pertanian, seperti pacul dan sabit.

"Korban diketahui memiliki empat petak ladang tebu. Tiga di antaranya belum dipanen, sedangkan satu lainnya sudah dipanen," ujar Munaji.

Di sekitar lokasi kejadian, terdapat dua saksi, yakni Sarlan dan Sri yang juga sedang berada di ladang tebu. Keduanya melihat kobaran api muncul di tiga petak ladang milik korban.

Mengetahui hal tersebut, kedua saksi mendatangi lokasi. Sri kemudian pulang untuk melaporkan kejadian kepada keluarga korban sekaligus meminta bantuan warga.

Warga pun berdatangan ke lokasi untuk membantu memadamkan api yang membakar ladang tebu. Proses pemadaman dilakukan bersama unsur Destana, relawan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB), serta Polsek Gebog.

Setelah api berhasil dipadamkan, korban belum juga ditemukan. Di lokasi hanya ditemukan sejumlah barang milik korban, seperti sabit dan pacul yang terbakar, serta sepeda motor milik korban yang masih berada di sekitar ladang.

Pencarian terus dilakukan hingga Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB, namun belum membuahkan hasil. "Barusan sekitar pukul 08.50 WIB korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dan terbakar di ladang tebu itu," kata Munaji.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....