Dinsos Jateng: Anak Jalanan Masuk Sasaran Sekolah Rakyat, Butuh Pendekatan Khusus

  • 11 Jun 2026 09:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Program Sekolah Rakyat tidak hanya menyasar anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga anak jalanan dan kelompok rentan lainnya. Namun, Dinas Sosial(Dinsos) Jawa Tengah mengakui diperlukan pendekatan khusus agar anak-anak tersebut bersedia mengikuti pendidikan berbasis asrama yang diterapkan dalam program tersebut.

Kepala Dinsos Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, anak-anak jalanan menjadi salah satu kelompok yang dibidik dalam Program Sekolah Rakyat. Melalui program tersebut, pemerintah berharap mereka dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik sekaligus memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depannya.

"Memang salah satu tujuan yang kita bidik adalah mereka yang masuk dalam kriteria itu. Anak-anak jalanan, anak-anak rentan dan sebagainya itu harapannya bisa masuk di sekolah asrama," kata Imam dalam Dialog Semarang Menyapa Pagi RRI Semarang, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Imam, upaya menjangkau anak jalanan sebenarnya sudah dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah. “Banyak sekali anak-anak yang memang rumahnya di kolong jembatan dan sebagainya, ada yang di Solo, kemudian di Semarang, banyak yang sudah kami jangkau," ujarnya.

Meski demikian, proses adaptasi anak-anak tersebut di lingkungan asrama bukan perkara mudah. "Pendekatannya luar biasa, karena mereka sudah terbiasa dengan hidup bebas, ketika masuk asrama biasanya awal-awalnya agak sedikit tidak betah," ucapnya.

Ia mengungkapkan, beberapa anak bahkan sempat meninggalkan asrama karena memikirkan kondisi orang tua mereka di rumah. Terutama, bagi anak-anak yang sebelumnya turut membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga melalui berbagai pekerjaan informal.

"Ini beberapa juga ada yang keluar karena memang dia berpikirnya orang tua saya di rumah bagaimana. Akan tetapi, dengan pendekatan teman-teman guru dan pendamping, Alhamdulillah bisa masuk ke asrama lagi," katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah juga berupaya memperkuat kondisi ekonomi keluarga dari anak-anak tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran anak terhadap kondisi orang tua selama mereka menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Imam menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi 43 keluarga peserta Sekolah Rakyat. Selain itu, Dinas Sosial juga memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif sebesar Rp2,5 juta bagi keluarga yang memiliki usaha agar mereka semakin berdaya secara ekonomi.

"Harapannya, anak itu sudah tidak usah memikirkan orang tuanya karena orang tuanya sudah diberdayakan oleh Kementerian Sosial dan organisasi perangkat daerah terkait. Mudah-mudahan mereka bisa masuk di Sekolah Rakyat dengan baik," ujar Imam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....