Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Kudus Tekankan Pentingnya Kejujuran Data

  • 09 Jun 2026 15:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Kudus akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Menjelang pelaksanaan pendataan tersebut, Bupati Kudus Samani Intakoris menekankan pentingnya kejujuran masyarakat agar data yang dihasilkan akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

Hal itu disampaikan Samani saat membuka kegiatan pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 8-10 Juni 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kudus Eko Djumartono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Eko Suharto, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam kesempatan itu, Samani mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret kondisi perekonomian masyarakat secara nyata di lapangan. Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah maupun berbagai instansi dalam menentukan kebijakan pembangunan.

"Di tengah kondisi politik dan ekonomi yang saat ini bergejolak, kami tetap ingin melihat bagaimana masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya saat sekarang ini. Kami mengimbau kepada masyarakat agar secara jujur memberikan data pertanyaan oleh petugas, sehingga data yang disajikan adalah data apa adanya dan kerahasiaan tetap dijamin," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kudus Eko Suharto menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan secara door to door di seluruh wilayah Kabupaten Kudus. Para petugas akan dilengkapi dengan surat tugas, rompi, serta tanda pengenal resmi saat menjalankan tugas di lapangan.

"Petugas lapangan yang akan bertugas sebanyak 622 orang. Mereka nanti akan melakukan pendataan secara door to door di 132 desa/kelurahan," katanya.

Eko berharap masyarakat dapat menerima kehadiran petugas sensus dengan baik dan memberikan data sesuai kondisi yang sebenarnya. Ia memastikan seluruh informasi yang diperoleh akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Tim Pelaksana SE 2026, Ida Sofiarini menambahkan, para petugas telah dibekali pelatihan sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam tiga gelombang dengan memadukan metode pembelajaran mandiri dan tatap muka.

Menurut Ida, sebelum mengikuti pelatihan klasikal, peserta terlebih dahulu menjalani pelatihan secara daring selama tiga hari. Selanjutnya, mereka mengikuti pelatihan tatap muka untuk memperkuat pemahaman teknis pelaksanaan sensus.

Selama mengikuti pelatihan, para peserta diwajibkan menginap di Sapphire Boutique Hotel dan Hotel Griptha. "Dalam pelatihan tatap muka ini materinya ada konsep definisi, teknik wawancara, dan juga praktik wawancara," ujarnya. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....