Jembatan Batang A Dibongkar, Arus Lalu Lintas Jalur Magelang–Yogyakarta Dialihkan

  • 05 Jun 2026 12:49 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Kementerian Pekerjaan Umum
  • Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng dan DIY,
  • Sungai Batang Desa Krakitan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang
  • Satlantas Polresta Magelang

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Jembatan Batang A di ruas jalan nasional Magelang–Yogyakarta resmi ditutup untuk proses pembongkaran dan penggantian konstruksi. Penutupan yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026 itu membuat aparat menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif guna mengantisipasi kemacetan.

Pembongkaran jembatan yang berada di atas Sungai Batang, Desa Krakitan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah dan DIY. Langkah tersebut diambil karena kondisi jembatan dinilai telah melampaui umur teknis bangunan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Jawa Tengah, Jutika Aditya Nugraha, mengatakan hasil survei menunjukkan usia jembatan telah melebihi 50 tahun. "Berdasarkan survei dari Kementerian Pekerjaan Umum, jembatan ini dinilai sudah melampaui umur teknis, yakni lebih dari 50 tahun dan risiko kecelakaan sangat tinggi," katanya, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, selain faktor usia bangunan, aspek keselamatan lalu lintas juga menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penggantian jembatan ditargetkan selesai pada 26 Oktober 2026, sementara kontrak pekerjaan telah dimulai sejak 29 April lalu.

Meski kontrak telah berjalan sejak akhir April, penutupan jembatan baru dilakukan mulai 1 Juni 2026. Hal itu karena pada tahap awal pekerjaan dilakukan pengecekan lapangan dan mempertimbangkan adanya sejumlah hari libur nasional yang berdekatan.

"Karena adanya kendala libur panjang Iduladha dan Waisak yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kemacetan panjang. Dari Satlantas Polresta Magelang dan Dishub Kabupaten Magelang mengizinkan penutupan Jembatan Batang A dilakukan per 1 Juni," jelasnya.

Selain mengganti struktur jembatan lama, proyek tersebut juga mencakup pelebaran ruas jalan di kedua sisi jembatan. Lebar jalan yang saat ini berkisar antara 7,5 hingga 8 meter akan ditingkatkan menjadi 10 meter guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pengguna jalan.

Sementara itu, Satlantas Polresta Magelang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Pengaturan arus satu arah di titik tertentu telah dilakukan, hingga pengalihan kendaraan melalui jalur alternatif.

"Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, Satlantas Polresta Magelang akan melakukan perubahan dari dua arah menjadi satu arah dan pengalihan lewat jalur alternatif. Mengingat jalur tersebut merupakan salah satu koridor utama dengan volume kendaraan tinggi, terutama pada jam-jam sibuk," kata Kaur Binops Satlantas Polresta Magelang, Iptu Rosyid Sugiarto.

Dari arah Yogyakarta menuju Magelang, kendaraan dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui Desa Losari, Desa Mantingan hingga Simpang Tiga Semen. Alternatif lain tersedia melalui Jagang Kidul menuju kawasan Ringin Pasar Ngluwar.

DDari arah Magelang menuju Yogyakarta, kendaraan roda empat dapat dialihkan melalui Gang Kradenan menuju Desa Jeruk Agung hingga SPBU Baledono. Untuk kendaraan roda dua, jalur alternatif tersedia melalui Simpang Sucen dengan tujuan akhir yang sama.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu dan petunjuk petugas di lapangan. Dengan demikian, arus lalu lintas tetap aman dan lancar selama proses pembangunan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....