Kapolsek Gayamsari: Banyak Tawuran Remaja Bermula dari Media Sosial
- 04 Jun 2026 21:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Fenomena tawuran dan keterlibatan remaja dalam kelompok gangster kini tidak hanya dipicu oleh permasalahan di lingkungan pergaulan, tetapi juga berawal dari aktivitas di media sosial. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja (Tawuran dan Gangster) yang digelar di Gedung Graha Indra Bhakti, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Kamis, 4 Juni 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Kecamatan Gayamsari tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, sekolah, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, orang tua, serta 14 remaja yang sebelumnya pernah terlibat tawuran maupun kelompok gangster. Hadir dalam kegiatan itu Plt. Camat Gayamsari Yoga Tantomo, Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah, Danramil 04 Gayamsari Mayor Inf Adi Prabowo, kepala sekolah, dan jajaran pemerintah setempat.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah mengatakan sebagian remaja yang mengikuti kegiatan tersebut sebelumnya pernah diamankan karena terlibat gangguan ketertiban umum, konsumsi minuman keras, hingga aksi tawuran. Namun, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk pembinaan agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Menurutnya, media sosial saat ini menjadi salah satu pemicu munculnya konflik antar kelompok remaja. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak sangat diperlukan.
"Pastikan anak-anak sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 WIB. Selain itu, orang tua perlu mengetahui aktivitas media sosial anak karena banyak ajakan tawuran maupun tantangan antar kelompok yang berawal dari dunia maya,” katanya.
Sementara itu, Plt Camat Gayamsari Yoga Tantomo menekankan pentingnya komunikasi dan perhatian orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam mengarahkan remaja agar terhindar dari pergaulan negatif.
"Kita semua tentu ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, karena itu, perhatian, pengawasan, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak harus terus dibangun. Luangkan waktu untuk memahami pergaulan mereka dan arahkan pada kegiatan yang positif," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar Deklarasi Pembubaran Gangster. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk meninggalkan perilaku menyimpang dan menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang remaja.
Pada sesi materi, Kanit Reskrim Polsek Gayamsari Ipda Rian Panji Satria menjelaskan berbagai faktor yang mendorong remaja terlibat tawuran maupun kelompok gangster. Faktor internal meliputi pencarian jati diri, kebutuhan akan pengakuan dari teman sebaya, hingga ketidakmampuan menyelesaikan masalah dengan baik.
"Ini yang biasa menjadi pemicu yang sering ditemukan. Sementara faktor eksternal berasal dari lingkungan keluarga, sekolah, serta pergaulan sehari-hari," jelasnya.
Ia menambahkan, tawuran tidak hanya berisiko menimbulkan cedera fisik. Akan tetapi juga berdampak pada terganggunya proses pendidikan, menurunnya moralitas pelajar, hingga memudarnya nilai toleransi dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....