Di Tengah Geopolitik Global, Kekompakan Pengusaha-Pekerja Jadi Kunci Investasi
- 03 Jun 2026 22:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global, kekompakan antara pengusaha dan pekerja menjadi modal penting bagi Jawa Tengah untuk menjaga arus investasi. Kondisi hubungan industrial yang kondusif dinilai menjadi salah satu alasan kuat investor terus melirik provinsi ini sebagai tujuan pengembangan usaha.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan sinergi antara dunia usaha dan serikat pekerja harus terus diperkuat. Menurutnya, hubungan yang harmonis akan menciptakan stabilitas usaha sekaligus menjaga kepercayaan investor.
Pernyataan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Periode 2026-2031 di Hotel Patra Semarang, Rabu, 3 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa iklim investasi yang sehat tidak bisa dilepaskan dari hubungan yang baik antara pengusaha dan pekerja.
Menurutnya, chemistry yang selama ini terbangun antara pelaku usaha dan serikat buruh di Jawa Tengah menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Situasi tersebut membuat investor merasa lebih aman dan nyaman untuk menanamkan modalnya.
Dampak dari kondisi itu terlihat pada capaian investasi Jawa Tengah yang terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, realisasi investasi mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23 persen dari target tahunan sebesar Rp99,09 triliun.
"Ini menunjukkan bahwa kebersamaan antara pengusaha dan serikat buruh benar-benar kuat. Sehingga (keberadaan) mereka menguatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah," ujar dia.
Selain investasi yang tumbuh, perekonomian Jawa Tengah juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional.
Ia berharap Apindo Jawa Tengah dapat terus menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas iklim usaha yang sudah terbentuk selama ini. Dengan demikian, daya saing Jawa Tengah sebagai tujuan investasi dapat terus meningkat.
Ketua DPP Apindo Jawa Tengah Helmi Tas'an Wartono mengatakan keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha.
Menurut Helmi, Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik bagi investor, mulai dari ketersediaan sumber daya manusia, kawasan industri yang terintegrasi, kemudahan berusaha, hingga dukungan pemerintah daerah yang kuat. Keunggulan tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu magnet investasi nasional dalam satu dekade terakhir.
Berbagai perusahaan terus masuk dan memperluas investasinya di sejumlah kawasan industri yang berkembang pesat. "Bersama dengan rekan-rekan dari serikat pekerja dan pemerintah, Apindo Jawa Tengah bertekad dan siap untuk menjadi mitra strategis menjaga dunia usaha di Jawa Tengah,” ucap Helmi.
Sementara itu, Ketua Umum DPN Apindo Shinta W. Khamdani mengingatkan pentingnya peran Apindo dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi ke depan. Organisasi pengusaha harus mampu mendorong terciptanya lapangan kerja yang layak, produktif, dan berkelanjutan.
Selain itu, Apindo juga diminta aktif mengawal berbagai isu ketenagakerjaan dan memperjuangkan kepentingan dunia usaha. Langkah tersebut penting agar Jawa Tengah tetap menjadi daerah yang kompetitif di tengah persaingan investasi global yang semakin ketat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....