Siswa SMA/SMK di Jateng Mulai Dibekali Industri Hijau
- 24 Jul 2026 20:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Tengah mulai dibekali pemahaman tentang industri hijau. Langkah ini dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin mengedepankan ekonomi berkelanjutan.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem industri hijau sejak dini. Dengan mengenal konsep tersebut di bangku sekolah, para siswa diharapkan siap menjadi tenaga kerja maupun pelaku usaha yang mampu bersaing di pasar global.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, transformasi menuju industri hijau tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah dan pelaku industri. Menurutnya, perubahan pola pikir harus dimulai dari dunia pendidikan agar kesadaran terhadap ekonomi hijau tumbuh sejak usia sekolah.
"Anak-anak SMA kita, kita didik untuk lebih mencintai ekonomi hijau, kita mengenalkan mereka," kata Luthfi saat Jateng Green Industrial Summit 2026 di Hotel Grand Candi Semarang, Kamis 23 Juli 2026.
Menurut Luthfi, pembangunan industri hijau harus dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk melalui sektor pendidikan. Karena itu, forum tersebut turut melibatkan siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
"Saya sebagai gubernur mengucapkan apresiasi kegiatan ini. Semoga bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara," ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan keterlibatan siswa bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan. Ia berharap para siswa memahami prinsip industri hijau sebelum memasuki dunia kerja atau menjadi pengusaha.
"Kita juga melibatkan SMA dan SMK se-Jawa Tengah untuk dapat melatih anak-anak kita yang saat ini mungkin menjadi siswa, ke depan bisa jadi mereka yang menjadi CEO-CEO. Jadi harus paham tentang industri hijau sejak dini," katanya.
Emmy menjelaskan, industri hijau mengedepankan efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan emisi melalui pengelolaan limbah dan daur ulang, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Dengan prinsip tersebut, industri dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
"Artinya, industri tetap berjalan, bertumbuh, besar tanpa merusak lingkungan sehingga pertumbuhannya itu secara harmonis," ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada sekolah, perusahaan, kawasan industri, dan pemerintah daerah yang dinilai aktif mendukung pengembangan industri hijau. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem industri hijau di Jawa Tengah sekaligus mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....