Tinjau Sekolah Rakyat, Komisi D Apresiasi Kebijakan Pendidikan Warga Tak Mampu
- 17 Jul 2026 20:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Keberadaan Sekolah Rakyat Rowosari (Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang) diapresiasi oleh Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Pasalnya, terobosan baru ini menjadi pilar strategis dalam upaya pemenuhan hak pendidikan sekaligus mengentaskan angka buta huruf.
Sekolah Rakyat ini bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang. Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim mengapresiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, utamanya atas inisiasi penyediaan fasilitas sekolah rakyat tersebut.
Program ini, lanjutnya, menjadi wujud nyata kehadiran negara bagi kelompok rentanyang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal berkualitas. "Kami dari Komisi D DPRD Kota Semarang berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau telah memberikan fasilitas sekolah rakyat di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang," kata Mualim usai meninjau langsung ke lokasi sekolah rakyat, Kamis 16 Juli 2026.
Ia menuturkan melalui kebijakan ini, anak-anak kurang mampu mendapatkan jaminan pendidikan penuh. Mereka adalah anak yang gagal masuk negeri atau terhambat biaya swasta, jaminan ini mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Dalam tinjauannya, rombongan DPRD Kota Semarang melihat aktivitas harian siswa. Mereka sempat mengamati momen makan bersama. Aktivitas tersebut mampu membangun rasa kebersamaan yang kuat.
Pihaknya sangat mengagumi kualitas sarana fisik yang tersedia di sekolah rakyat. Kekaguman ini meliputi ruang kelas yang nyaman hingga fasilitas balai asuh yang rapi.
Salah satu poin sorotan adalah digitalisasi ruang kelas untuk menunjang efektivitas transfer ilmu pengetahuan. Mualim menyarankan segera melengkapi ruang kelas dengan fasilitas infokus atau proyektor digital untuk mempermudah metode belajar mengajar modern.
Tantangan lain yang perlu segera ditangani pihak manajemen sekolah adalah pemenuhan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik dan pembina asrama. Saat ini, total kapasitas siswa yang tertampung pada tahun ajaran baru 2026/2027 mencapai 270 anak, dengan rincian masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Jumlah tersebut juga ditambah dengan kuota angkatan sebelumnya yang mencakup 50 siswa SD dan 50 siswa SMA. Dengan jumlah total ratusan murid tersebut, keberadaan tenaga pengajar yang saat ini baru berjumlah sekitar 20 orang dirasa memerlukan penambahan yang proporsional.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Rowosari Ridho Irwanto, menjelaskan bahwa operasional institusi memang masih berada dalam tahap penyesuaian menuju kondisi ideal. Ia mengakui adanya kekurangan guru untuk beberapa mata pelajaran spesifik, seperti guru pendidikan agama serta tambahan pendidik untuk jenjang SD.
"Sinergi tenaga pendidik yang ada saat ini masih dapat menjangkau seluruh kelas, dan pihak sekolah mengharapkan penempatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dalam waktu dekat dapat menjadi solusi cepat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....