Ibu Rumah Tangga 53 Tahun di Pekalongan Lolos Jadi Petugas Sensus Ekonomi 2026
- 03 Jun 2026 21:21 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Petugas Sensus Ekonomi 2026
- Ibu Rumah Tangga 53 Tahun di Pekalongan, Lolos Jadi Petugas Sensus Ekonomi 2026
RRI.CO.ID, Pekalongan – Semangat untuk terus berkarya tidak mengenal usia, Hal itu dibuktikan oleh Nurul Mahmuda seorang ibu rumah tangga asal Kota Pekalongan yang berhasil lolos seleksi sebagai petugas Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) diusianya yang genap 53 tahun.
Keberhasilan Nurul menjadi inspirasi bagi banyak perempuan, khususnya para ibu rumah tangga yang ingin tetap produktif dan berkontribusi bagi masyarakat. Di usianya yang tidak lagi muda, Ia mampu bersaing dengan ratusan peserta lain dalam proses seleksi yang cukup ketat.
"Saya tidak menyangka bisa lolos setelah sejak tahun 2023 menjadi Mitra BPS. Awalnya hanya ingin mencoba dan mencari pengalaman baru. Alhamdulillah ternyata tahun ini diberikan kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan nasional ini," ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Sebagai ibu rumah tangga, keseharian Nurul dihabiskan untuk mengurus keluarga dan aktivitas di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, keinginannya untuk terus belajar membuatnya memberanikan diri mengikuti proses pendaftaran petugas sensus ekonomi 2026.
Menurut Ibu dua anak ini, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang membuatnya percaya diri mengikuti seluruh tahapan seleksi. Ia juga mempersiapkan diri dengan mempelajari informasi terkait sensus ekonomi dan tugas-tugas petugas lapangan.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, Rabu 3 Juni 2026 menyampaikan, Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Pekalongan melibatkan sebanyak 251 petugas yang terdiri atas 221 pendata lapangan dan 30 pengawas atau pemeriksa lapangan. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam dari mulai ibu rumah tangga hingga mahasiswa yang penting memenuhi syarat dan semua tahapan lolos seleksi.
"Setiap petugas nantinya akan bertugas di sekitar 7 hingga 10 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau wilayah setingkat RT. Kami berupaya menempatkan petugas sesuai domisili masing-masing agar lebih mengenal karakter wilayah yang didata, meskipun dalam kondisi tertentu bisa juga lintas kelurahan yang berdekatan," jelas Hayu.
Ia menerangkan bahwa pelaksanaan pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 atau selama kurang lebih dua setengah bulan. Selama periode tersebut, petugas akan melakukan pendataan usaha maupun kondisi sosial ekonomi rumah tangga yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pekalongan.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang dilaksanakan BPS untuk mendata berbagai aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BPS merekrut ribuan petugas lapangan untuk membantu proses pendataan secara langsung kepada pelaku usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Wawalkot Balgis Diab menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Pekalongan yang telah melibatkan ratusan tenaga kerja lokal sebagai petugas sensus. Menurutnya, proses rekrutmen yang dilakukan secara selektif akan menghasilkan petugas yang kompeten dan mampu menjalankan tugas pendataan secara profesional di lapangan.
"Kami tentu sangat berterima kasih kepada BPS Kota Pekalongan jumlah tenaga yang diserap cukup banyak dari berbagai kalangan, kami yakin BPS telah melakukan proses seleksi secara optimal. Harapannya para petugas yang terpilih merupakan orang-orang terbaik yang nantinya mampu menjalankan tugas dengan baik setelah mendapatkan pembekalan dan pelatihan," tuturnya.
Kisah Nurul menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang pekerjaan. Keberhasilan Nurul Mahmuda menjadi petugas Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat Kota Pekalongan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....