Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas, Polda Jateng Siapkan Operasi Patuh Candi 2026
- 03 Jun 2026 09:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Polda Jawa Tengah terus mendorong terbentuknya budaya tertib berlalu lintas di masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026. Upaya tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan humanis guna meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Operasi Patuh Candi 2026 yang digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan diikuti para pejabat utama dan personel yang akan terlibat dalam operasi di seluruh wilayah hukum Polda Jateng.
Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latief Usman mengatakan, Latpraops bertujuan menyamakan persepsi serta meningkatkan kesiapan personel agar pelaksanaan operasi berjalan profesional, terukur, dan tepat sasaran.
Menurutnya, seluruh personel dibekali pemahaman mengenai strategi pelaksanaan tugas, pola bertindak, hingga pendekatan yang akan diterapkan selama operasi berlangsung. "Melalui kegiatan ini, personel dibekali pemahaman mengenai pola bertindak, strategi pelaksanaan tugas, hingga pendekatan yang akan dikedepankan selama operasi berlangsung," jelasnya.
Latief menuturkan, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa dan tingginya penggunaan kendaraan bermotor, diperlukan langkah yang tepat untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
"Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kita mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan represif secara humanis. Harapannya dapat membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik," ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari penindakan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Pratama Adhyasastra menjelaskan Operasi Patuh Candi 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah. Operasi tersebut bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mengurangi fatalitas korban kecelakaan.
Menurutnya, kegiatan operasi akan dilaksanakan melalui pendekatan preemtif sebesar 20 persen, preventif 30 persen, dan penegakan hukum 50 persen. Penindakan dilakukan melalui ETLE, tilang manual untuk pelanggaran tertentu, serta teguran simpatik dan edukatif.
"Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Karena itu kegiatan preemtif, preventif dan edukatif tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaannya," kata Pratama.
Polda Jawa Tengah berharap melalui Operasi Patuh Candi 2026, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat. Dengan demikian, akan tercipta kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....