Bhante Wongsin: Umat Buddha Harus Bersatu Seperti Matahari yang Satu
- 31 Mei 2026 20:37 WIB
- Semarang
Poin Utama
- detik-detik waisak
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Bhante Wongsin Labhiko mengajak umat Buddha di Indonesia untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman sangha yang ada. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kunci penting bagi umat Buddha dalam menjalankan ajaran Dhamma dan memperkuat eksistensi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bhante Wongsin dalam rangkaian Pesan Detik-Detik Waisak 2570 Buddhis Era/2026 yang berlangsung di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu, 31 Mei 2026 sore. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa meskipun terdapat berbagai sangha dalam agama Buddha, seluruh umat tetap harus mengedepankan persatuan.
Saat ini, kata dia, terdapat 14 sangha yang tergabung dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Keberagaman tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk memperkokoh persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk saling membedakan.
"Saya mengimbau kita harus bersatu hati. Seperti dunia ini punya matahari hanya satu," kata Bhante Wongsin.
Menurutnya, jumlah umat Buddha di Indonesia yang tidak lebih dari dua persen dari total penduduk menjadi alasan penting untuk terus mempererat persatuan. Selain menjaga kerukunan, umat Buddha juga diharapkan mampu menunjukkan kualitas kehidupan beragama yang baik dengan berpegang teguh pada ajaran Buddha Dhamma.
Pada kesempatan itu, Bhante Wongsin juga mengajak umat Buddha untuk bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap kehidupan beragama di Indonesia. Salah satunya melalui penetapan Hari Raya Waisak sebagai hari libur nasional yang telah berlaku sejak tahun 1974.
"Pemerintah Indonesia menetapkan Hari Raya Waisak sebagai hari libur nasional sejak tahun 1974 silam. Kita bangga sebagai umat Buddha diperhatikan oleh pemerintah sejak tahun 1974 silam dengan penetapan Hari Raya Waisak sebagai hari libur nasional," ujarnya.
Rangkaian Pesan Detik-Detik Waisak kemudian dilanjutkan dengan prosesi pradaksina yang diikuti para bhikkhu dan umat Buddha. Dalam ritual tersebut, peserta berjalan mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam sebanyak tiga kali sebagai bentuk penghormatan dan perenungan spiritual pada perayaan Tri Suci Waisak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....