BI: Mobilitas Lebaran Tahan Penurunan Penjualan Ritel di Jateng pada Maret 2026
- 31 Mei 2026 01:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Bank Indonesia(BI) mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H menjadi faktor yang menahan penurunan kinerja penjualan ritel di Jawa Tengah pada Maret 2026. Meski Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat terkontraksi 9,3 persen secara tahunan, sejumlah kelompok barang masih mencatat pertumbuhan positif.
Berdasarkan data BI, kontraksi IPR terutama dipengaruhi penurunan penjualan kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Makanan, Minuman dan Tembakau, serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya. Penurunan tersebut terjadi seiring berkurangnya kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah barang setelah momentum Lebaran.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H., mengatakan tingginya mobilitas masyarakat selama Idulfitri turut menjaga aktivitas konsumsi pada beberapa sektor. Kondisi tersebut membuat penurunan penjualan ritel tidak terjadi lebih dalam.
“Tingkat mobilitas yang tinggi pada saat perayaan Idulfitri tercermin dari peningkatan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor,” kata Andi Reina Sari H. dalam siaran pers yang diterima RRI, Sabtu, 30 Mei 2026.
Penjualan kelompok Suku Cadang dan Aksesori tercatat tumbuh 33,2 persen secara tahunan. Angka yang sama juga terjadi pada kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, sementara penjualan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor meningkat 17,2 persen.
Secara bulanan, pola yang sama juga terlihat pada sejumlah kelompok barang yang berkaitan dengan aktivitas mudik dan liburan. Penjualan Barang Budaya dan Rekreasi meningkat 28,1 persen, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor naik 22 persen, serta subkelompok Sandang tumbuh 8,3 persen.
Menurut BI, peningkatan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Aktivitas perjalanan, wisata, dan kebutuhan transportasi menjadi faktor utama yang mendorong permintaan pada kelompok barang tersebut.
Meski demikian, BI mencatat konsumsi masyarakat secara umum mulai mengalami normalisasi setelah lonjakan belanja pada Januari dan Februari 2026 menjelang Idulfitri. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab Indeks Penjualan Riil pada Maret 2026 masih berada dalam fase kontraksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....