Daerah Kompak Siapkan Pariwisata - Ekonomi Syariah Kedungsepur
- 30 Mei 2026 10:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 wilayah Kedungsepur menjadi ajang penyamaan langkah pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah pada 2027. Sejumlah kepala daerah menyatakan kesiapan menyelaraskan kebijakan daerah demi mendukung arah pembangunan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rembug Pembangunan yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat 29 Mei 2026. Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama kepala daerah wilayah Kedungsepur meliputi Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kota Semarang, dan Grobogan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menjelaskan, rembug pembangunan merupakan tindak lanjut dari Musrenbang yang sebelumnya telah dilaksanakan. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyamakan persepsi terkait langkah pembangunan yang akan dijalankan pada 2027, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi syariah.
Ia mengatakan, usulan pembangunan dari kabupaten/kota sebenarnya telah masuk melalui aplikasi sehingga forum ini difokuskan untuk memperkuat sinkronisasi kebijakan. “Hari ini kita menyamakan persepsi apa yang akan kita lakukan di tahun 2027,” ujar Sumarno.
Bupati Demak Eisti’anah menyatakan siap mendukung target Pemprov Jawa Tengah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasis wisata ramah muslim. Kabupaten Demak, kata dia, telah menyiapkan lima destinasi usaha pariwisata ramah muslim dan mendorong sertifikasi halal untuk produk lokal.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menuturkan daerahnya akan mengembangkan kawasan wisata yang menghubungkan Borobudur, Solo, Kopeng, hingga Rawapening. Sebagai dukungan terhadap wisata ramah muslim, Kabupaten Semarang juga telah menyiapkan empat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bersertifikat halal.
Pemerintah Kota Salatiga juga menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai fokus pembangunan pada 2027. Sekda Kota Salatiga Muthoin mengatakan, pemkot telah menyerahkan lahan sekitar 17 ribu meter persegi untuk mendukung pembangunan exit tol Taman Sari atau Patimura sebagai pengungkit pertumbuhan wisata dan perdagangan.
Menurut Muthoin, Salatiga memiliki modal kuat sebagai kota toleran yang dikenal hingga mancanegara. Banyak tamu asing datang untuk belajar tentang toleransi sehingga pemerintah kota berkomitmen mengembangkan wajah kota, budaya, dan paket wisata unggulan.
"Harapan kami menjadi suatu kawasan untuk pertumbuhan pariwisata dan perdagangan," ujarnya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyatakan siap menyinkronkan kebijakan daerah dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah tahun 2027. Sejumlah program prioritas Kabupaten Kendal pun disiapkan untuk menopang pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Senada dengan daerah lain, Bupati Grobogan Setyo Hadi memastikan dukungan terhadap tema pembangunan Provinsi Jawa Tengah meski masih menghadapi berbagai pekerjaan rumah pembangunan. Menurutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....