Gandeng Pramuka, BNN Jateng Perkuat Gerakan Antinarkoba hingga Desa
- 29 Mei 2026 11:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Gerakan Pramuka untuk memperkuat gerakan antinarkoba hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama strategis bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah.
Kerja sama digelar sebagai upaya memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Penandatanganan sinergi dilakukan pada Selasa, 26 Mei 2026.
Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, mengatakan ancaman narkotika kini semakin masif dan menyasar generasi muda. Modus peredaran juga dinilai semakin beragam, termasuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan pemerintah semata. Keterlibatan organisasi kepemudaan seperti Pramuka dinilai penting karena memiliki jaringan hingga tingkat desa.
“Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pramuka yang memiliki sistem pendidikan karakter kuat dan menjangkau hingga tingkat desa. Kami ingin membangun semangat ‘Pramuka Anti Narkoba’ agar setiap anggota mampu menjadi pelopor, penggerak, sekaligus benteng pertama di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ucapnya.
Toton menambahkan, kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni semata. Sejumlah program nyata akan dijalankan secara bertahap dan terukur di lingkungan kepramukaan.
Program yang disiapkan antara lain pembentukan SAKA Anti Narkoba, sosialisasi masif P4GN, Satgas Pramuka Bersinar, serta tes urine berkala dan pelatihan kader antinarkoba. “BNNP Jawa Tengah siap memberikan dukungan penuh, mulai dari penyuluh, materi edukasi, hingga pendampingan teknis agar gerakan ini benar-benar berjalan efektif dan berdampak luas,” katanya.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Budi Prayitno, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, gerakan antinarkoba sejalan dengan nilai Dasadarma Pramuka tentang kedisiplinan dan hidup sehat.
“Pramuka Jawa Tengah siap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan bahaya narkoba. Dengan kekuatan anggota yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, kami optimistis gerakan ini mampu menjadi kekuatan sosial yang besar dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi antinarkoba nantinya juga akan masuk dalam aktivitas kepramukaan. Penguatan materi akan dilakukan melalui Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK).
“Pemahaman tentang bahaya narkoba harus menjadi bagian dari karakter dan kompetensi dasar anggota Pramuka. Jadi bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya hidup sehat dan produktif,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....