Halo RRI : Irigasi Sawah Sulit, Petani Penggarap di Kendal Terancam Gagal Tanam
- 29 Mei 2026 10:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Petani penggarap kecil di Kelurahan Puguh, Desa Getas Kecil, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal mulai menghadapi ancaman kesulitan air untuk sawah mereka menjelang musim kemarau. Kondisi ini membuat sebagian petani harus berebut aliran irigasi demi mempertahankan masa tanam padi.
Salah satu petani penggarap, Nem mengungkapkan bahwa wilayahnya sebenarnya relatif dekat dengan sumber mata air. Namun, distribusi air ke area persawahan tidak merata sehingga petani yang berada jauh dari titik sumber sering kali kekurangan pasokan.
Menurutnya, sawah yang berada di dekat mata air memperoleh aliran yang melimpah, sementara lahan di bagian ujung hanya mendapat sisa air dengan debit kecil. Situasi itu semakin sulit karena curah hujan di wilayah Kendal mulai berkurang dalam beberapa pekan terakhir.
Ia mengatakan kondisi tersebut kerap memicu ketegangan antarpetani karena pembagian air dinilai belum sepenuhnya adil. “Air pengairan sawah sering jadi rebutan, yang kalah ya tidak bisa tanam,” ujar Nem, Jumat, 29 Mei 2026.
Kesulitan semakin terasa ketika musim kemarau mulai mendekat dan hujan turun tidak merata. Nem menuturkan sebagian petani harus mengandalkan saluran air dari lahan milik warga lain untuk mengairi sawah.
Tidak sedikit petani yang akhirnya mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli selang, memasang keran, hingga membayar aliran air agar sawah tetap bisa ditanami.
Ia berharap ada perhatian pemerintah untuk membantu mengatasi persoalan irigasi, seperti pembangunan pompanisasi atau jaringan pipa air menuju area persawahan.
Menurutnya, akses air yang lebih baik sangat dibutuhkan agar petani kecil tidak terus mengalami kesulitan setiap musim kemarau tiba. "Ya petani sudah sampikan ke perangkat desa kondisi ini," ujarnya
Selain masalah irigasi, warga Lainnya, Sarjito juga mengeluhkan tidak adanya bantuan pupuk gratis seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia mengaku sempat menerima bantuan benih jagung dari pemerintah.
"Tahun ini yang belum dapat itu pupuk gratis tapi ada bantuan benih jagung. Kalau air ya gitu ada air tapi kecil alirannya, irigasinya seadanya," ujarnya.
Saat ini, sebagian petani di wilayah tersebut mulai memasuki masa tanam padi, sementara lainnya baru menyelesaikan panen. Dalam sekali masa tanam, petani rata-rata bisa menghasilkan sekitar tiga kuintal gabah dan berharap produksi meningkat jika kebutuhan air tercukupi.
Keluhan ini akan disampaikan oleh Halo RRI kepada pihak terkait. Diharapkan, para petani tidak lagi kesulitan mengairi sawah mereka menjelang musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....